Ekspansi Jaringan dan AI Jadi Strategi Pengembangan Klinik Gigi

Founder & CEO FDC Dental Clinic Ita Lestari. Foto: dok FDC.

Ekspansi Jaringan dan AI Jadi Strategi Pengembangan Klinik Gigi

Ade Hapsari Lestarini • 4 October 2026 20:29

Jakarta: Pengembangan jaringan klinik dan pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) mulai menjadi bagian dari strategi bisnis layanan kesehatan gigi. FDC Dental Clinic, misalnya, menargetkan perluasan jaringan hingga 100 cabang pada 2026 sekaligus mengembangkan layanan berbasis teknologi.

Founder & CEO FDC Dental Clinic Ita Lestari mengatakan pertumbuhan jaringan perlu diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, inovasi, dan perluasan akses terhadap layanan kesehatan gigi.

"Saat ini kami telah memberikan layanan di lebih dari 70 cabang, cabang yang baru dibuka di Bogor Darmaga, dengan target kami memiliki 100 cabang pada 2026," kata Ita dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 Oktober 2026.

Menurut Ita, pengembangan teknologi menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kemudahan akses layanan bagi pasien. FDC mengembangkan aplikasi yang didukung teknologi Google Cloud AI, termasuk Vertex AI dan Gemini. Perusahaan menyebut teknologi tersebut digunakan dalam pengembangan layanan digital bagi pasien.

Salah satu penerapannya adalah proses reservasi layanan dokter gigi. Menurut Ita, proses pemesanan yang sebelumnya dapat memerlukan waktu sekitar satu jam melalui chatbot manual dapat dipangkas menjadi sekitar 15 detik melalui aplikasi. Aplikasi FDC saat ini disebut telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta pengguna.

"Teknologi semakin relevan bagi pasien dan ekosistem yang kami bangun dapat memberi dampak lebih luas. Karena itu, kami ingin media melihat secara langsung perjalanan FDC, termasuk inovasi teknologi yang terus kami kembangkan," ujar Ita.


AI mulai menjadi bagian dari strategi bisnis layanan kesehatan gigi. Foto: dok FDC.
 

 

Kembangkan teknologi pemeriksaan gigi


Selain layanan digital, FDC juga memperkenalkan teknologi FDC Tooth Analyzer dalam kegiatan tersebut. Teknologi ini digunakan dalam proses pemeriksaan kesehatan gigi dengan dukungan teknologi digital. FDC juga memperkenalkan FDC Smile Bus sebagai salah satu sarana layanan dan edukasi kesehatan gigi kepada masyarakat.

Dalam pengembangan ekosistemnya, FDC turut menjalankan program melalui FDC Foundation yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, beasiswa, serta kegiatan sosial dan budaya. FDC juga berkolaborasi dengan perguruan tinggi dan memperkenalkan sejumlah program edukasi kepada masyarakat.

Ita mengatakan pengembangan ekosistem tersebut diarahkan untuk memperluas akses layanan kesehatan gigi sekaligus meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kepada pasien. FDC menyebut saat ini jaringan kliniknya telah mencapai lebih dari 70 cabang dan menargetkan penambahan jaringan hingga 100 cabang pada akhir 2026.

(Ade Hapsari Lestarini)