Normalisasi alur Batang Baliang pascabanjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, oleh Kementerian PU melalui BWS Sumatra V Padang. ANTARA/HO-Kementerian PU
Pemkab Solok Wacanakan Relokasi Kompleks Kantor Bupati ke Koto Baru
Amfreizer • 1 October 2026 11:17
Solok: Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatra Barat, mewacanakan pemindahan kompleks perkantoran bupati ke Koto Baru, lokasi kantor bupati lama. Rencana tersebut menyusul kerusakan sejumlah bangunan perkantoran akibat banjir bandang serta adanya potensi ancaman bencana serupa di kawasan tersebut.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sumatra Barat tidak merekomendasikan rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap bangunan kantor pemerintah yang terdampak banjir bandang di kompleks perkantoran Bupati Solok. Seluruh bangunan yang mengalami kerusakan, baik kategori berat, sedang, maupun ringan, disarankan untuk dipindahkan ke lokasi baru.
Pertimbangan tersebut berkaitan dengan letak kompleks perkantoran saat ini yang berada di bantaran Sungai Aie Baliang. Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan, sebanyak 12 unit bangunan kantor terdampak banjir bandang yang melanda kawasan Aro Suka, Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang. Bangunan Kantor DPRD Kabupaten Solok juga mengalami kerusakan parah.
Meski sejumlah bangunan mengalami kerusakan, pemerintah daerah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Pelayanan dilakukan dengan memanfaatkan bangunan kantor lain yang tidak terdampak bencana maupun tenda posko.
Jon mengatakan, pemindahan kompleks perkantoran ke Koto Baru masih berupa wacana. Rencana relokasi tersebut akan menindaklanjuti hasil kajian Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sumatra Barat yang telah dilakukan sejak hari pertama banjir bandang.
“Rencana relokasi kompleks perkantoran tersebut tentuya menindak lanjuti hasil kajian tim Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan, Sumatra Barat yang melakukan kajian sejak hari pertama bencana banjir bandnag terjadi,” kata Jon, Kamis, 1 Oktober 2026.
Ia menambahkan, keputusan untuk memindahkan kompleks perkantoran perlu didukung penelitian akademik dan kajian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kajian tersebut diperlukan untuk menilai kondisi kawasan Aro Suka, Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang.
Jon menyebutkan, pemerintah pusat melalui menteri yang meninjau lokasi bencana telah menyarankan pemindahan kompleks perkantoran. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan hasil kajian mendalam dari kalangan akademisi, pakar, dan BNPB.

Foto udara sejumlah alat berat mulai melakukan pengerjaan normalisasi aliran sungai banjir di Nagari Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. ANTARA/Fandi Yogari
Di sisi lain, kondisi kawasan terdampak banjir bandang di Aro Suka belum sepenuhnya pulih. Masa tanggap darurat yang dijadwalkan berakhir pada Minggu, 4 Oktober 2026, berpeluang diperpanjang hingga lima hari.
Perpanjangan tersebut dipertimbangkan karena material banjir bandang masih menumpuk di kompleks perkantoran dan permukiman warga. Pembersihan material serta penanganan dampak bencana masih diperlukan agar proses pemulihan dapat berjalan.
Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian ialah normalisasi Sungai Batang Aie Baliang. Selain itu, pembangunan check dam dan sabo dam di wilayah hulu juga dinilai perlu dilakukan untuk mendukung penanganan kawasan terdampak.
Apabila masa tanggap darurat tidak diperpanjang, proses pemulihan yang melibatkan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan para relawan dikhawatirkan mengalami kendala.
Dengan demikian, penanganan pascabencana di Kabupaten Solok masih mencakup dua kebutuhan utama, yakni pemulihan kawasan terdampak dan penentuan lokasi baru bagi kompleks perkantoran pemerintah. Keputusan relokasi akan bergantung pada hasil kajian yang menjadi dasar bagi pemerintah daerah.