Wall Street Ditutup Menguat, Terkerek Saham Apple

Ilustrasi. Foto: Freepik

Wall Street Ditutup Menguat, Terkerek Saham Apple

Annisa ayu artanti • 1 July 2023 07:31

New York: Wall Street berakhir menguat pada Jumat waktu setempat setelah data inflasi Amerika Serikat mereda.
 
Melansir Xinhua, Sabtu, 1 Juli 2023, Dow Jones Industrial Average naik 285,18 poin atau 0,84 persen menjadi 34.407,60. S&P 500 bertambah 53,94 poin atau 1,23 persen menjadi 4.450,38. Indeks Komposit Nasdaq naik 196,59 poin atau 1,45 persen menjadi 13.787,92.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir dengan warna hijau, dengan teknologi dan sektor konsumen yang memimpin kenaikan masing-masing 1,82 persen dan 1,37 persen. Sedangkan sektor real estat mencatatkan pertumbuhan terkecil sebesar 0,51 persen.
 
Saham-saham AS kompak naik pada hari Jumat karena reli di mega caps teknologi mendapatkan daya tarik lebih lanjut. Apple tumbuh 2,3 persen ditutup di atas kapitalisasi pasar USD3 triliun, terangkat oleh tanda-tanda penurunan inflasi. Saham Apple juga terangkat karena pembuat iPhone akan berhasil memperluas pangsa pasarnya.
 
Sementara itu, pembuat cip AS. Nvidia melonjak 3,6 persen, menjadikan kenaikan tahunannya menjadi sekitar 190 persen. Netflix naik 2,9 persen. Sedangkan Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft masing-masing naik 1,9 persen, 1,9 persen, dan 1,6 persen.
 
Setelah serangkaian data ekonomi positif yang dirilis minggu ini, laporan terbaru pada hari Jumat semakin meredakan kekhawatiran inflasi investor, membantu saham AS menyelesaikan paruh pertama tahun ini dengan kuat.
 
Menurut data yang dikeluarkan oleh Biro Analisis Ekonomi, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), angka yang diawasi ketat oleh Fed, naik 3,8 persen pada Mei dalam basis 12 bulan, kenaikan paling lambat sejak April 2021. Indeks harga PCE meningkat 0,1 persen pada basis bulanan di Mei.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Annisa Ayu)