Ilustrasi emas. Foto: Unplash
Harga Emas Menguat Terbatas di Tengah Data Inflasi PCE AS
Annisa ayu artanti • 27 January 2024 11:15
Jakarta: Harga emas dunia diperdagangkan sideways karena para investor melakukan aksi jual setelah rilis data inflasi Price Index (PCE) Amerika Serikat.
Melansir FX Street, Sabtu, 27 Januari 2024, harga emas diperkirakan akan keluar dari zona karena laporan Core Personal Consumption Expenditure-PCA AS untuk Desember menunjukkan pertumbuhan tekanan harga yang lebih lambat daripada yang diantisipasi oleh para pelaku pasar.
Baca juga:
Harga Emas Naik Lagi Menjadi Rp1,130 Juta/Gram |
Data inflasi tahunan melambat
Data inflasi tahunan melambat menjadi 2,9 persen dari ekspektasi tiga persen dan angka sebelumnya 3,2 persen.Data indeks harga PCE inti bulanan tumbuh 0,2 persen seperti yang telah diantisipasi oleh para pelaku pasar.
Di November, data ekonomi naik tipis 0,1 persen. Meredanya tekanan harga akan meningkatkan pertaruhan yang mendukung keputusan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) pada pertemuan kebijakan moneter bulan Maret.
Hal ini akan menjadi penyeimbang bagi para pembuat kebijakan The Fed karena indikator ekonomi seperti belanja konsumen, pasar tenaga kerja, dan Produk Domestik Bruto (PDB) tetap kuat, yang memungkinkan mereka untuk mendukung suku bunga yang lebih tinggi setidaknya untuk enam bulan pertama tahun 2024.
Harga emas terus diperdagangkan sideways dalam kisaran terbatas karena fokus yang lebih luas tertuju pada kebijakan suku bunga the Fed yang akan diumumkan minggu depan.
Logam mulia ini berjuang untuk bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari, yang diperdagangkan di sekitar USD2.015.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com