Gempa NTT: Penanganan, Kondisi, dan Donasi

Kondisi NTT dari udara pascagempa 7,7 magnitudo. Dok. Metro TV

Gempa NTT: Penanganan, Kondisi, dan Donasi

Muhamad Marup • 22 August 2026 00:10

Jakarta: Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo melumpuhkan Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak hanya fasilitas pribadi dan publik yang terdampak, tapi juga banyak warga menjadi korban.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaktifkan penyaluran bantuan gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) via udara. Hal tersebut disampaikan Deputi 2 Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, kepada tim Meet Nite Live.

"Kita akan aktifkan dropping (bantuan) via udara," ujar Muhari, dalam program Meet Nite Live Metro TV, Jumat, 21 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini terus melakukan peninjauan udara menggunakan helikopter. Tujuannya untuk mengidentifikasi titik-titik turun helikopter untuk menyalurkan bantuan.

Muhari menyebut, banyak sekali titik-titik terdampak gempa yang berada di puncak bukit. Kondisi tersebut menyulitkan mobilitas logistik dan bantuan via darat.

"Beberapa jalannya masih jalan tanah dan aspal batu, sehingga ini yang akan jadi fokus atensi kita untuk daerah-daerah seperti ini," jelasnya.

Muhari juga menyebut, peninjauan udara untuk memastikan gambaran dampak dari lokasi pesisir. Pihaknya menerima informasi bahwa terjadi juga tsunami di beberapa wilayah pesisir.

"Tujuannya untuk melihat gambaran kawasan pesisir yang beberapa titik terinformasikan terdampak tsunami apakah tsunami ini dampaknya sifatnya kawasan di daerah pemukiman atau spot by spot yang sangat bergantung pada karakteristik demografi di titik tersebut," katanya.

Kondisi Warga

Warga Korban Gempa di Ende Selatan Bangun Tenda Pengungsian Mandiri

Samsun, warga korban gempa di Ende Selatan, NTT. Foto: Metro TV.


Salah satu warga, Samsun, menceritakan tenda sudah didirikan sejak hari pertama terjadinya gempa. Hingga saat ini, ia mengatakan belum ada bantuan yang masuk ke lokasi pengungsian mandiri warga di Kelurahan Paupanda.

"Sampai saat ini dari manapun bantuan itu belum pernah tersentuh. (Kebutuhannya) sementara mungkin tenda ya, karena di kondisi seperti ini tenda yang dibuat ini sangat darurat sekali," ujar Samsun.

Bantuan lain yang dibutuhkan warga yaitu sembako. Sejak gempa besar terjadi, banyak warga di lokasi tersebut berhenti beraktivitas, baik sebagai nelayan atau ojek.

"Sampai saat ini aktivitasnya macet. Jadi yang dibutuhkan sekarang ini tenda dan juga terpal, dan juga makanan. Kita juga butuh penerangan seperti itu ya," ungkap Samsun.

Aksi Donasi

Bencana yang terjadi di wilayah Indonesia menggerakkan sejumlah musisi untuk menggelar aksi donasi atau penggalangan dana. Mereka menggelar special show Tiba-Tiba Jadi Lagu, yang berlangsung, di The Gunslinger’s Hop, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Vokalis Wijaya80 Ardhito Pramono menjelaskan mengenai konsep Tiba-Tiba Jadi Lagu ini. Awalnya, mereka bersama Sal Priadi sedang membuat sebuah lagu.

Setiap pengunjung yang ingin datang ke The Gunslinger’s Hop dan ingin menceritakan kisah hidupnya, nantinya diarahkan untuk memberikan donasi. Link donasi juga bisa dilihat dari Instagram Story dari masing-masing akun Sal Priadi dan Wijaya80.

Dari cerita kemumetan yang dialami masing-masing orang, mereka langsung bisa menciptakan sebuah lagu. Sebuah lagu yang bisa juga menghibur para pengunjung The Gunslinger’s Hop.

"Kami sudah berkolaborasi dengan Kitabisa.com. Jadi langsung saja klik yang link yang ada di story kami, ada di Sal Priadi, ada di Wijaya80. Targetnya ada di sana dan semoga event ini berkepanjangan," tutur Ardhito.

Ardhito menjelaskan, event Tiba-Tiba Jadi Lagu ini dibuat berdasarkan ketulusan mereka untuk menghibur warga setelah pulang kerja. Rasa sukacita itu diharapkan juga bisa dirasakan oleh masyarakat terdampak bencana melalui donasi yang berhasil terkumpulkan. "Semoga bisa membantu teman-teman yang ada di NTT dan yang ada di Kalimantan. Semoga apa yang kami lakukan dari hati bisa sampai ke hati juga. Amin," ungkap Ardhito.

Sal Priadi menambahkan, hasil donasi ini nantinya tidak hanya diperuntukkan untuk korban bencana gempa di NTT saja. Mereka juga akan mengirimnya untuk korban terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

"Ya, khususnya di NTT dan kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, gitu," ujar Sal Priadi.

(Muhamad Marup)