Koalisi Pimpinan Arab Saudi Cegat Empat Drone Diduga dari Houthi

Drone yang berhasil di cegat di udara. Foto: Anadolu

Koalisi Pimpinan Arab Saudi Cegat Empat Drone Diduga dari Houthi

Fajar Nugraha • 22 October 2026 09:54

Riyadh: Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menyatakan bahwa mereka telah mencegat dan menghancurkan empat pesawat nirawak atau drone di atas Provinsi Timur Arab Saudi.

“Empat drone berhasil dicegat di tengah meningkatnya serangan yang menyasar ke Arab Saudi,” ujar Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki melalui X, seperti dikutip Anadolu, Kamis 22 Oktober 2026.

Baca Juga :

Pengumuman ini menyusul serangan mematikan di Arab Saudi pada Rabu 21 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap Bandara Internasional Raja Fahd di Dammam yang menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya.

“Puing-puing dari pesawat nirawak yang dicegat -,yang menargetkan fasilitas Aramco di ladang minyak Shaybah,- jatuh dan menewaskan dua orang serta melukai dua lainnya,” ungkap Kementerian Energi Arab Saudi.

Koalisi tersebut juga melaporkan telah mencegat dan menghancurkan tujuh pesawat nirawak dalam insiden terpisah pada Rabu, di tengah meningkatnya permusuhan dengan kelompok Houthi di Yaman.

Sejak 2015, Arab Saudi telah memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman dalam melawan kelompok Houthi. Kelompok Houthi sendiri telah menguasai ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi lainnya sejak 2014.

Serangan di Bandara Tewaskan Satu Orang

Sebelumnya satu orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam serangan terhadap Bandara Internasional Raja Fahd di kota Dammam, wilayah timur Arab Saudi pada Rabu 21 Oktober 2026.

“Seluruh korban luka, dengan tingkat cedera mulai dari ringan hingga kritis, telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkap Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Sebelumnya pada hari yang sama, dua orang tewas setelah sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat sebuah pesawat nirawak yang berupaya menyerang fasilitas di ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco.

Peristiwa ini merupakan rangkaian terbaru dari serangkaian serangan terhadap bandara-bandara di Arab Saudi, di tengah meningkatnya konflik antara pasukan Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta didukung oleh Arab Saudi.

Pekan lalu, kerajaan tersebut melaporkan bahwa serangan proyektil di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada 11 Oktober menewaskan satu orang dan melukai 11 lainnya.

Pada 10 Oktober, otoritas penerbangan sipil melaporkan bahwa serangan terpisah di bandara yang sama telah merenggut nyawa 12 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang terluka.

(Fajar Nugraha)