Pembangunan Jembatan Teupin Mane Bireuen Ditargetkan Rampung November 2026

Jembatan Teupin Mane di Bireuen, Aceh, Senin, 15 Desember 2026. ANTARA/HO-Dok Kodam IM

Pembangunan Jembatan Teupin Mane Bireuen Ditargetkan Rampung November 2026

Silvana Febiari • 26 October 2026 11:30

Bireuen: Pembangunan jembatan di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, yang putus akibat bencana hidrometeorologi pada 25 November 2025, telah mencapai progres 99 persen. Jembatan ini ditargetkan rampung pada November mendatang.

“Progresnya sudah 99 persen. Yang masih dikerjakan antara lain kanstin, trotoar, dan beberapa bagian lainnya,” kata Pelaksana proyek dari PT Pembangunan Perumahan (Persero), Dian Permana di Bireuen, dilansir Antara, Senin, 26 Oktober 2026.

Pekerjaan konstruksi jembatan tersebut telah berlangsung sejak Januari 2026 dan kini memasuki tahap penyelesaian sejumlah bagian pendukung. 


Penyelesaian pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi lapangan. Sejumlah pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan pembatas tepi jalan atau kanstin, penyelesaian trotoar, serta bagian pendukung lain yang belum rampung.

Peresmian juga direncanakan berlangsung pada bulan yang sama, meskipun tanggal pastinya belum dapat dipastikan. Pembangunan jembatan ini sebagai upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan konektivitas serta kelancaran mobilitas masyarakat Aceh menuju ke wilayah tengah Aceh.

Dalam pelaksanaan konstruksi, faktor cuaca menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika hujan turun dan berpotensi memengaruhi aktivitas pekerjaan di lapangan. Meski demikian, tidak terdapat kendala berarti selain kondisi cuaca selama proses pembangunan berlangsung.

Dari sisi material, sebagian besar kebutuhan konstruksi didatangkan dari luar daerah. Pengadaan material tersebut dilakukan untuk mendukung kelanjutan pekerjaan hingga seluruh bagian jembatan selesai sesuai rencana.


Jembatan Teupin Mane putus akibat banjir bandang, kini menjadi akses darurat untuk pasien kritis akibat bencana di Bireun, Aceh. (Metro TV/Muhammad Zakaria)


Pihak pelaksana terus menyelesaikan pekerjaan yang tersisa agar proyek rampung sesuai target. Namun, ia belum dapat menjelaskan nilai anggaran dan spesifikasi teknis proyek karena bukan kewenangannya.

Penyelesaian jembatan menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan infrastruktur di Kabupaten Bireuen setelah bencana hidrometeorologi yang berdampak pada sejumlah wilayah di Aceh.

Infrastruktur penghubung yang memadai dibutuhkan untuk memperlancar perjalanan masyarakat, mendukung distribusi barang, serta menunjang aktivitas ekonomi warga. Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 99 persen, penyelesaian bagian-bagian yang tersisa diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan jembatan oleh masyarakat.

Infrastruktur tersebut diharapkan turut mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi serta meningkatkan kelancaran akses transportasi di wilayah terdampak bencana, demikian Dian Permana.

(Silvana Febiari)