Hari Santri 2026, Menko Polkam Tegaskan Pentingnya Menjaga Akhlak

Logo Hari Santri 2026. Foto: Dok. Kemenag.

Hari Santri 2026, Menko Polkam Tegaskan Pentingnya Menjaga Akhlak

Kautsar Widya Prabowo • 23 October 2026 00:30

Jakarta: Pemerintah berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk menjaga akhlak umat Islam. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman saat menghadiri perayaan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta.

Dudung menegaskan akhlak menjadi salah satu aspek penting dalam ajaran Islam. Menurut dia, selain syariat dan akidah, akhlak harus dijaga agar umat Islam dapat menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia.
 


“Harapan untuk Hari Santri, bahwa umat Islam semoga akhlaknya akan terpelihara. Karena di dalam Islam itu kan ada tiga, yang pertama syariat, akidah, dan akhlak,” kata Dudung, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia menilai syariat dan akidah yang baik perlu diiringi dengan akhlak yang baik. Sebab, akhlak menjadi bagian penting dalam menjalankan hubungan antarmanusia.

“Kalau syariatnya, akidahnya juga baik, tetapi kalau akhlaknya ini tidak baik, maka dia tidak bagus di dalam melaksanakan habluminannas-nya. Karena yang penting adalah habluminannas,” kata Dudung.


Dok: Kemenag Sulteng

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional. Ia berharap Pondok Pesantren Asshiddiqiyah semakin mendapatkan keberkahan setelah menjadi tempat penyelenggaraan peringatan tersebut.

“Ya, saya ucapkan selamat Hari Santri hari ini. Semoga Pesantren Asshiddiqiyah yang menjadi penyelenggara ini akan semakin berkah dengan ditempatinya sebagai tempat untuk merayakan atau memperingati Hari Santri Nasional,” kata Nasaruddin.

Nasaruddin juga berharap peringatan Hari Santri dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keberadaan pondok pesantren di Indonesia.

“Semoga kita menjadi semakin sadar bahwa pondok pesantren itu memang sangat diperlukan di negeri ini oleh semua pihak,” ucap Nasaruddin.

(Fachri Audhia Hafiez)