Banjir Tapanuli Tengah 424 Jiwa Terdampak, BNPB: Waspada Susulan

Ilustrasi banjir. Foto: Dok. Antara.

Banjir Tapanuli Tengah 424 Jiwa Terdampak, BNPB: Waspada Susulan

Lukman Diah Sari • 26 October 2026 16:20

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana banjir melanda Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Bencana hidrometeorologi itu terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus.

"Kondisi itu menyebabkan sungai di sejumlah kecamatan meluap dan derasnya aliran sungai merusak tanggul penahan air sehingga banjir memasuki pemukiman warga," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi, Senin, 26 Oktober 2026.

Banjir merendam enam kelurahan di empat kecamatan. Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Bonalumban dan Tukka (Kecamatan Tukka), Kelurahan Lopian (Kecamatan Badiri), Kelurahan Sibuluan Nalambok (Kecamatan Sarudik), serta Kelurahan Sibuluan Indah dan Sibuluan Raya (Kecamatan Pandan).

"Berdasarkan pendataan sementara, tercatat sebanyak 424 jiwa dan 106 unit rumah terdampak, satu unit rumah hanyut, serta sejumlah akses jalan terdampak banjir," jelas dia.

Ilustrasi - Seorang warga berjalan melintasi genangan air di Jalan Balaikota Medan, Sumatra Utara. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/wsj/aa.

BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pendataan serta melaksanakan pembersihan wilayah terdampak banjir. Berdasarkan laporan Minggu, 25 Oktober 2026, terpantau banjir telah surut.

"Namun, wilayah tersebut masih diguyur hujan sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan," pesan Berton.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang. Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai diminta waspada dan segera melakukan evakuasi apabila hujan lebat mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan membatasi jarak pandang serta terjadi kenaikan debit air. 

(Lukman Diah Sari)