Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Foto: Anadolu
Menlu AS Marco Rubio Bantah Isu Mundur dari Pemerintahan Trump
Fajar Nugraha • 6 November 2026 15:05
Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio membantah laporan yang menyebut dirinya berencana meninggalkan pemerintahan Presiden Donald Trump pada Kamis 5 November 2026.
Pernyataan itu disampaikan di tengah pertimbangannya mengenai langkah selanjutnya setelah Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilu paruh waktu.
Mengutip Channel News Asia, Rubio mengatakan kepada The New York Times dalam sebuah wawancara bahwa bekerja untuk Presiden Donald Trump hingga akhir masa jabatannya "selalu menjadi rencananya".
Rubio, yang juga menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Trump, secara luas dipandang sebagai salah satu calon penerus Trump dalam pemilihan presiden 2028.
Beberapa hari sebelum pemilu paruh waktu pada Selasa, ia tampil tidak biasa bersama Trump dalam kegiatan kampanye. Rubio sempat naik ke podium untuk menyampaikan pidato di hadapan massa yang bersorak dalam sebuah rapat umum.
Namun, Rubio menolak menjawab pertanyaan mengenai masa depan politiknya pada Kamis. "Saya benar-benar tidak akan membicarakan 2028 lagi," ujar Rubio.
Menanggapi laporan bahwa dirinya mempertimbangkan untuk meninggalkan pemerintahan Trump, Rubio mengatakan, "Sejujurnya, saya tidak tahu dari mana kabar seperti ini berasal."
Sebelumnya pada Kamis, Rubio dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk meninggalkan pemerintahan.
Laporan tersebut menyebut Rubio telah berbicara dengan sejumlah pejabat Gedung Putih mengenai kemungkinan pengunduran dirinya, tetapi diminta untuk tetap bertahan.
Namun, Kementerian Luar Negeri AS dengan tegas membantah laporan mengenai kemungkinan Rubio meninggalkan pemerintahan.
Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Publik Global Dylan Johnson menyebut laporan tersebut "sepenuhnya dibuat-buat".
Ia juga menyebut laporan media The Independent yang menyatakan Rubio berencana mencalonkan diri dalam pemilihan pendahuluan Partai Republik untuk Pilpres 2028 sebagai "berita palsu yang sama sekali tidak berdasar".
Rubio sebelumnya menyatakan akan mendukung Wakil Presiden JD Vance jika maju sebagai calon presiden. Vance juga secara luas dipandang sebagai salah satu kandidat potensial dalam Pilpres AS 2028.
(Razaqa Hariz)