Militer Yaman Klaim ‘Netralisasi’ Hampir 500 Anggota Houthi dalam 1.272 Operasi

Militer Yaman mengklaim telah menetralisasi hampir 500 anggota Houthi dalam 1.272 operasi. (Anadolu Agency)

Militer Yaman Klaim ‘Netralisasi’ Hampir 500 Anggota Houthi dalam 1.272 Operasi

Muhammad Reyhansyah • 2 November 2026 16:03

Sanaa: Militer Yaman mengklaim telah menetralkan hampir 500 anggota dan komandan lapangan kelompok Houthi dalam 1.272 operasi selama 24 jam terakhir. 

Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya pasukan pemerintah merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.

Dalam pernyataan melalui platform media sosial X, Minggu, 1 November 2026, juru bicara Militer Yaman Majed al-Nuzaili mengatakan operasi itu juga menghancurkan atau merusak 169 kendaraan, peralatan, dan senjata berat.

Namun, ia tidak merinci berapa banyak anggota Houthi yang tewas maupun terluka dalam operasi tersebut.

“Serangan menargetkan posisi Houthi, pasukan bantuan, benteng pertahanan, titik penembakan, serta jalur pasokan,” kata al-Nuzaili, dikutip dari Anadolu, Senin, 2 November 2026.

Operasi tersebut merupakan bagian dari kampanye militer bertajuk Operation Dawn of Yemen. Menurut al-Nuzaili, serangkaian serangan itu mendukung kemajuan pasukan darat dan perebutan kembali sejumlah posisi di front Al-Jawf, Yaman utara.

Pasukan pemerintah juga masih melanjutkan operasi di provinsi Marib, Al-Bayda, Lahj, dan Taiz.

Di Taiz, pasukan militer bersama kelompok Popular Resistance bertempur melawan Houthi dengan dukungan pesawat tempur, drone, dan artileri. Al-Nuzaili mengatakan pasukan mengambil langkah pencegahan untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil.

Sebelumnya, militer Yaman mengumumkan telah menembak jatuh dua drone Houthi dan melancarkan serangan udara terhadap posisi kelompok tersebut di Distrik Al-Misrakh, selatan Taiz.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Yaman melaporkan serangan drone Houthi terhadap sebuah rumah di Taiz barat menewaskan seorang perempuan dan seorang anak perempuan. Seorang perempuan lainnya juga terluka dalam serangan tersebut.

Perebutan Wilayah di Al-Jawf

Di provinsi Al-Jawf, pasukan pemerintah pada Sabtu mengumumkan telah mengamankan kawasan Pegunungan Huwayshian. Wilayah strategis tersebut disebut sebagai garis pertahanan terdepan menuju Al-Hazm, ibu kota provinsi yang masih dikuasai Houthi.

Sejak 5 Oktober, pasukan pemerintah Yaman melancarkan Operation Dawn of Yemen untuk memulihkan lembaga-lembaga negara dari kendali Houthi dan merebut kembali ibu kota Sanaa.

Eskalasi militer antara pasukan pemerintah dan Houthi kembali berlangsung pada Juli. Menurut laporan PBB, pertempuran tersebut menewaskan dan melukai ribuan orang serta menyebabkan lebih dari 250.000 orang mengungsi.

Peningkatan konflik itu mengakhiri periode relatif tenang yang berlangsung di Yaman sejak April 2022. Situasi tersebut juga memperburuk krisis kemanusiaan akibat pertempuran dan gelombang pengungsian yang terus berlanjut.

Yaman telah dilanda perang sejak kelompok Houthi merebut Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Kondisi tersebut mendorong intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Cegat dan Hancurkan Drone Houthi di Wilayah Selatan

(Willy Haryono)