Dampak bencana hidrometeorologi yang menerjang delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dokumentasi/ BPBD Kab. Malang
Delapan Kecamatan di Kabupaten Malang Diterjang Banjir dan Longsor
Daviq Umar Al Faruq • 3 November 2026 10:03
Malang: Bencana hidrometeorologi menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, akibat cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang merata sejak Senin dini hari, 2 November 2026, memicu puluhan titik longsor dan banjir luapan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat eskalasi dampak kerusakan infrastruktur yang semakin meluas hingga Senin malam. Petugas gabungan berkejaran dengan waktu untuk mengevakuasi material longsoran dan membuka akses jalan utama yang sempat lumpuh.
"Operasi penanganan terbagi ke dalam beberapa tim untuk memonitor wilayah Ampelgading, Sumawe, Tirtoyudo, hingga Bantur, serta pengerahan alat berat," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, Selasa, 3 November 2026.
Berdasarkan data mutakhir Pusdalops PB hingga pukul 21.00 WIB, delapan kecamatan yang diterjang banjir dan tanah longsor tersebut meliputi Ampelgading, Bantur, Dampit, Pagelaran, Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Tirtoyudo, Donomulyo, dan Turen. Titik kerusakan tersebar merata mulai dari pemukiman warga, area pertanian, hingga fasilitas transportasi publik.
Dampak paling parah terjadi di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading. Sebanyak 58 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai mata kaki. Akibat kejadian tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 juta.
Akses jalan utama menuju Desa Lebakharjo sempat tertutup total akibat material longsor serta puluhan hektar lahan pertanian tergenang luapan air sungai. Meski demikian, kondisi air dilaporkan mulai surut dan jalur alternatif perlahan bisa dilalui kendaraan setelah pembersihan awal.

Dampak bencana hidrometeorologi yang menerjang delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dokumentasi/ BPBD Kab. Malang
Kerusakan infrastruktur berat juga terjadi di Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dan Bantur akibat terjangan longsor susulan. Sejumlah titik di Desa Klepu longsor besar yang merusak bagian dapur rumah warga serta memutus bahu jalan poros.
"Akses jalan menuju Desa Dampit dan Desa Klepu di Kecamatan Sumawe, khususnya di Jalan Poros Gunung Gatel, terputus akibat banjir dan tanah longsor. Selain itu, jembatan penghubung di Bantur mengalami kerusakan pada bagian penahan akibat terjangan air," tambah Sadono.
Wilayah Turen dan Donomulyo turut melaporkan kerusakan fasilitas umum akibat labilnya struktur tanah. Jembatan penghubung Sanankerto-Jambangan di Turen ambrol separuh jalan, sementara satu rumah di Donomulyo mengalami rusak pada bagian teras.
Pemerintah Kabupaten Malang memastikan operasi penanganan darurat terus berlanjut dengan menyiagakan alat berat dan truk tangki air bersih. Tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, relawan, dan warga sekitar fokus mempercepat pemulihan jalur transportasi publik.
Hingga laporan mutakhir ditutup, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam rangkaian bencana hidrometeorologi ini. BPBD Kabupaten Malang mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem susulan masih mengancam wilayah setempat.