Rapor Nyaman KRL Commuter Line dan Harapan Pelanggan

KRL Commuter Line, kereta khusus wanita. Foto: Pexels.com.

Rapor Nyaman KRL Commuter Line dan Harapan Pelanggan

Metro TV • 27 September 2026 17:51

Jakarta: Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line masih menjadi moda transportasi publik andalan utama warga Jabodetabek untuk menembus kemacetan Ibu Kota. Selain kepastian waktu, keberadaan fasilitas seperti gerbong khusus perempuan menjadi nilai tambah yang dinilai efektif menghadirkan rasa aman bagi penumpang.

“Apalagi buat aku yang perempuan kan ada kursi tersendiri, gerbong tersendiri buat perempuan. Itu sih the best banget sih, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ya,” ungkap penumpang setia KRL, Alen, 22, kepada Metrotvnews.com di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu, 27 September 2026.
 


Bagi Alen yang sehari-hari mengandalkan angkutan umum, efisiensi waktu menjadi prioritas utama. Ketepatan jadwal armada KRL yang dapat dipantau langsung secara real-time via aplikasi terbukti membantu mobilitas harian di tengah padatnya lalu lintas Jakarta.

“Aku kan lihat di aplikasi KAI Access, beneran tepat waktu datangnya. Itu penting sih, soalnya kalau transportasi lain pasti kena macet,” ujar Alen.

Meski mengapresiasi kenyamanan layanan saat ini, Alen menaruh harapan besar agar kualitas transportasi massal berbasis rel dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di luar Pulau Jawa.

“Pemerintah semoga tolong public transport-nya ada pemerataan di semua daerah. Biar semuanya bisa merasakan hal yang sama kayak di Jakarta, misalnya seperti di Sumatra,” tambahnya.

Harapan terkait peningkatan kualitas layanan juga disuarakan pengguna KRL lainnya, Refan, 22, warga Tanjung Priok. Ia menyoroti terbatasnya jam operasional armada KRL di lintas Stasiun Tanjung Priok yang dinilai terlalu cepat berakhir.

“Buat KRL kayak tambah jam operasionalnya. Kayak misalkan aku kan tinggalnya di dekat Stasiun Tanjung Priok, jam tutupnya cepat banget, jam 19.30 WIB sudah tutup,” kata Refan.


Refan, 22, dan Alen, 22, warga pengguna KRL. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina. 

Selain perpanjangan jam operasional, Refan menyarankan agar jaringan KRL diekspansi hingga ke kawasan penyangga seperti Cibubur dan Cileungsi. Menurutnya, potensi penumpang dari kawasan tersebut sangat tinggi namun sering kali terkendala akses transportasi langsung menuju Jakarta.

“Bogor kan luas, seperti Cibubur dan Cileungsi itu bisa ditambah rutenya. Kasihan warga di sana kalau mau ke Jakarta ribet banget, harus transit dulu,” kata Refan.

Sementara itu, Nadia, 24, penumpang asal Kabupaten Tangerang, Banten, menyoroti kepadatan volume penumpang pada jam-jam sibuk di lintas Tangerang. Ia berharap pengelola dapat menambah frekuensi perjalanan kereta guna mengurai penumpukan di peron maupun di dalam gerbong.

“Khususnya kereta ke arah Tangerang mungkin frekuensinya bisa diperbanyak. Soalnya untuk sekali jalan itu penumpangnya padat banget,” ucap Nadia.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)