Sebuah pesawat milik maskapai Flydubai. Foto: Flydubai
Laporan Pembajakan di Flydubai Terkait Dugaan Pilot Coba Lakukan Bunuh Diri
Fajar Nugraha • 30 September 2026 16:02
Dubai: Dugaan pembajakan yang terjadi di atas pesawat Flydubai, ternyata ada kaitan dengan insiden kekerasan yang melibatkan dua pilot.
“Sebuah "insiden kekerasan" yang melibatkan dua pilot menyebabkan pesawat Flydubai yang sedang dalam perjalanan dari Dubai ke Tel Aviv dialihkan rutenya ke Arab Saudi,” demikian disampaikan sejumlah sumber kepada CNN, Rabu 30 September 2026.
Data pelacakan penerbangan yang ditinjau oleh CNN menunjukkan bahwa pesawat tersebut turun sejauh 17.400 kaki -,dari ketinggian 34.000 kaki menjadi sekitar 16.600 kaki,- di wilayah barat laut Arab Saudi dalam waktu sedikit lebih dari dua menit, sekitar pukul 01.20 waktu setempat.
Juru bicara Flydubai menyatakan bahwa penerbangan FZ 1073 "mengalami insiden saat dalam perjalanan" dan mendarat di Bandara Tabuk di wilayah barat laut kerajaan tersebut.
Pihak maskapai memastikan bahwa seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan keberadaan mereka telah terdata dengan baik.
Pihak berwenang sedang menyelidiki dugaan -,berdasarkan laporan yang ada,- bahwa salah satu pilot mencoba melakukan bunuh diri dengan cara menjatuhkan pesawat.
Pilot lainnya dilaporkan menikam rekannya tersebut demi mencegah kecelakaan itu terjadi. Data pelacakan penerbangan tampaknya menunjukkan pesawat sempat turun ketinggian sekitar 4.000 meter dalam hitungan detik, menurut laporan terkait.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa situasi telah terkendali dan "segala langkah kini sedang diambil untuk memulangkan penumpang asal Israel ke Israel dengan selamat."
Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa insiden tersebut bukan merupakan pembajakan, seraya menambahkan bahwa pihaknya memahami kejadian itu sebagai insiden internal yang melibatkan personel di dalam pesawat.
Seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada CNN bahwa Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz telah mengadakan konsultasi keamanan, dan jet tempur Israel dikerahkan segera setelah sinyal darurat dikirimkan.
Pendaratan darurat di Tabuk ini menandai peristiwa langka di mana sejumlah besar warga Israel tiba di Arab Saudi, negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Arab Saudi membuka wilayah udaranya bagi penerbangan tujuan Israel dan maskapai penerbangan Israel pada tahun 2022 sebagai bagian dari upaya normalisasi yang ditengahi oleh Amerika Serikat. Riyadh menyatakan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa adanya negara Palestina yang merdeka.