Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi SPAM Pascabencana Paket 2. Foto: dok WIKA.
Infrastruktur Air Minum Pascabencana di Sumut Mulai Dipulihkan
Husen Miftahudin • 18 October 2026 22:03
Jakarta: Pemulihan infrastruktur air minum di wilayah terdampak bencana di Sumatra Utara (Sumut) terus dilakukan melalui proyek rehabilitasi dan rekonstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pascabencana Paket 2.
Proyek yang didukung PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut ditargetkan memulihkan dan meningkatkan akses air minum bagi 995 sambungan rumah (SR).
Proyek ini dilaksanakan menyusul banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025. Bencana tersebut merusak sejumlah infrastruktur air minum yang digunakan masyarakat.
Adapun pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi SPAM mencakup Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan sumur bor, jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang sekitar 41 kilometer, reservoir, serta pemasangan sambungan rumah.
Selain itu, proyek ini mencakup pembangunan dua instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas masing-masing 50 liter per detik (LPS), sehingga total kapasitas pengolahan mencapai 100 LPS.
Pekerjaan dimulai pada Januari 2026 dan ditargetkan selesai dalam satu tahun. Hingga pertengahan Oktober 2026, sejumlah fasilitas telah memasuki tahap pra-komisioning (pre-commissioning) dan uji alir untuk memastikan kesiapan sistem sebelum dioperasikan.
Pemulihan layanan air minum dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan hasil pengujian bersama pihak terkait.
Baca Juga :
Atasi Krisis Air Bersih Akibat Banjir Padang, Menteri PU Kebut Perbaikan 3 SPAM Terdampak
Libatkan tenaga kerja lokal
Dalam pelaksanaan proyek, WIKA mengerahkan sekitar 127 personel dan tujuh unit alat berat. Pekerjaan ini juga melibatkan tenaga kerja lokal serta memanfaatkan material dan sumber daya setempat yang memenuhi persyaratan teknis.
Koordinasi dilakukan bersama Kementerian PU, pemerintah daerah, perusahaan daerah air minum (PDAM), dan pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan serta memastikan infrastruktur siap berfungsi saat dioperasikan.
Keberadaan fasilitas pengolahan air dan jaringan perpipaan ini diharapkan dapat mendukung ketersediaan air minum yang lebih andal dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana.

(Proyek rehabilitasi dan rekonstruksi SPAM Pascabencana Paket 2. Foto: dok WIKA)
Pemulihan layanan air minum pascabencana
Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengatakan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi SPAM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan infrastruktur pelayanan dasar bagi masyarakat pascabencana.
"Melalui proyek rehabilitasi dan rekonstruksi SPAM ini, WIKA mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan akses air minum bagi masyarakat terdampak. Kami terus mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan kualitas konstruksi, keselamatan, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan," ujar Ngatemin dalam keterangan tertulis, Minggu, 18 Oktober 2026.
Melalui proyek tersebut, pemulihan infrastruktur air minum di tiga kabupaten di Sumatra Utara diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan air minum secara bertahap, seiring penyelesaian pekerjaan dan kesiapan fasilitas untuk dioperasikan.