BEI Siap Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik. Foto: Dok BEI

BEI Siap Keluarkan 80 Saham HSC dari IHSG

Eko Nordiansyah • 20 October 2026 10:55

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengeluarkan saham-saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) yang saat ini tercatat sebanyak 80 saham dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan, sebanyak 80 saham HSC atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tersebut memiliki bobot sebesar 18 persen dari IHSG.

"Ke depannya seluruh saham dalam HSC itu juga akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 20 Oktober 2026.

Jeffrey menjelaskan, dikeluarkannya dari IHSG bukan berarti saham-saham HSC tersebut dilakukan delisting (penghapusan pencatatan) dari BEI.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Selain itu, saham-saham tersebut juga masih dapat diperdagangkan namun pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG.

"Tetap bisa diperdagangkan tetapi pergerakan harganya tidak akan mempengaruhi pergerakan IHSG," ujar Jeffrey.

Jeffrey menjelaskan, tujuan implementasi kebijakan tersebut untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena ada potensi risiko dalam saham-saham di dalam HSC.

"Untuk memberikan gambaran pergerakan IHSG yang lebih wajar, karena seperti kita ketahui ada potensi risiko dalam saham-saham di dalam HSC," ujar Jeffrey.

2 inisiatif baru BEI

BEI mengumumkan dua inisiatif baru untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar modal Indonesia, seusai menggelar pertemuan dengan MSCI Inc pada Senin sore, 19 Oktober 2026.

Kedua inisiatif itu yaitu penambahan keterangan afiliasi saham dengan kepemilikan satu persen, dan mengeluarkan seluruh saham High Shareholding Concentration (HSC) dari IHSG.

Pertemuan tersebut dilakukan menyusul pengumuman MSCI pada Jumat, 16 Oktober 2026, yang membuka konsultasi ke pelaku pasar untuk mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

MSCI dijadwalkan mengumumkan keputusan final mengenai usulan perubahan klasifikasi tersebut paling lambat akhir Juni 2027.

(Eko Nordiansyah)