Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bertemu Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Australia-Indonesia, Tim Watts. Istimewa.
Ibas Dorong Kemudahan Akses Visa Pelajar Indonesia di Australia
Arga Sumantri • 20 October 2026 21:40
Melbourne: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bertemu Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Australia-Indonesia, Tim Watts. Sejumlah hal menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, salah satunya soal kemudahan akses visa bagi pelajar Indonesia.
Ibas turut menyoroti pentingnya meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat Indonesia ke Australia. Terutama, bagi pelajar, akademisi, peneliti, pelaku usaha, wisatawan, dan keluarga yang memiliki hubungan lintas negara.
Isu persyaratan visa pelajar menjadi salah satu perhatian utama. Berbagai tantangan, seperti persyaratan pembuktian kemampuan finansial, biaya awal pendidikan, dan pembayaran asuransi, dinilai dapat menjadi beban bagi calon mahasiswa Indonesia.
Ia mendorong agar persoalan persyaratan dan biaya visa terus dibahas melalui komunikasi konstruktif dengan pihak terkait di Australia. Dengan begitu, tersedia proses yang lebih transparan, efisien, dan mudah dipahami tanpa mengabaikan ketentuan imigrasi yang berlaku.
"Hubungan antarmasyarakat perlu diperkuat melalui sistem mobilitas yang mendukung kunjungan untuk kepentingan pendidikan, bisnis, penelitian, pariwisata, dan pertukaran budaya," ungkap Ibas dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.
"Semakin terbuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia dan Australia untuk belajar, berinteraksi, dan membangun jejaring, semakin besar pula peluang terciptanya hubungan bilateral yang kuat dalam jangka panjang," ujar dia.

Ilustrasi. Dok Medcom.id.
Respons Parlemen Australia
Menanggapi hal tersebut, Tim Watts mengakui tantangan pengurusan visa pelajar merupakan persoalan yang kerap disampaikan. Ia menjelaskan Australia menerapkan sistem visa yang berlaku secara umum bagi berbagai negara, sehingga terdapat ketentuan yang tidak mudah disesuaikan untuk setiap kelompok pemohon.Meski demikian, Tim Watts menyebut adanya sejumlah program yang ditujukan untuk mendorong universitas Australia mendukung mahasiswa dari kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa mobilitas pelajar merupakan bagian penting dari hubungan Australia dan Indonesia.
"Saya memahami dan sering mendengar berbagai tantangan dalam memperoleh visa. Permintaan untuk belajar di Australia cukup tinggi, dan kami memahami betapa pentingnya hal tersebut bagi hubungan kedua negara," ujar Tim Watts.
Ia menambahkan sistem migrasi Australia sedang menghadapi tekanan akibat tingginya volume permohonan setelah pandemi covid-19. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan masa transisi yang diharapkan berangsur stabil dalam beberapa tahun mendatang.