Kobaran api yang muncul di Blok Bantengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin, 3 Agustus 2026. ANTARA/HO-Balai Besar TNBTS
Korban Meninggal Karhutla Bromo Bertambah Jadi Lima Orang
Daviq Umar Al Faruq • 19 October 2026 19:22
Malang: Duka kembali menyelimuti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi lima orang setelah seorang relawan yang sempat kritis meninggal dunia.
Korban meninggal dunia terbaru tersebut adalah Munawi, relawan Masyarakat Mitra Polhut (MMP). Ia dinyatakan meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif akibat luka bakar berat di RSUD dr Soetomo, Surabaya.
“Benar (meninggal dunia) di RSUD dr Soetomo Surabaya, sekitar pukul 15.00 WIB,” ujar Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, saat dikonfirmasi, Senin 19 Oktober 2026.
Baca Juga :
Pihak otoritas TNBTS tidak menjelaskan secara rinci mengenai kondisi medis yang dialami almarhum selama perawatan. Sebab, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan khusus usai kritis akibat karhutla Bromo.
“Untuk itu pihak rumah sakit yang tahu detailnya,” ungkap Endrip.
Dengan meninggalnya Munawi, jumlah korban tewas dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan Mentigen, Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo, bertambah menjadi lima orang. Sementara itu, Suraji, personel DW Security PT MIP yang selamat, masih menjalani perawatan intensif.
“Satu lagi masih perawatan intensif disana (RSUD dr Soetomo),” ucap Endrip.
Empat korban meninggal dunia ialah Sukaris, pegawai negeri sipil (PNS) TNBTS; Wisnu Yuda Pratama dan Sefriel Ardiansyah, staf PT MIP; serta Hendra Rony Wagiyanata, personel Manggala Agni TNBTS. Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, dan Sefriel Ardiansyah meninggal di lokasi kejadian, sementara itu, Hendra Rony Wagiyanata meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan di RSUD Tongas.
.jpg)
Petugas gabungan saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS. Dokumentasi/Polres Malang.
Sebelumnya, karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, yang menewaskan empat orang, bermula dari kebakaran ladang milik warga di luar kawasan konservasi. Tiupan angin kencang secara tiba-tiba membuat api merambat hingga memasuki kawasan taman nasional.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, laporan awal kebakaran diterima dari Kepala Desa Ngadas pada pukul 14.23 WIB, Selasa, 13 Oktober 2026. Titik api berada di ladang warga sekitar Blok Pusung Dawa, yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi.
"Kejadian kebakaran bermula pada Selasa 13 Oktober 2026, ketika petugas menerima informasi dari Kepala Desa Ngadas, Kabupaten Probolinggo sekitar pukul 14.23 WIB mengenai kebakaran ladang warga di sekitar Blok Pusung Dawa, yang berbatasan dengan kawasan TNBTS di Grid A83 dan berada di wilayah Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo," terang Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Jumat, 16 Oktober 2026.