Sambut MotoGP, Garuda Indonesia Siapkan 14 Ribu Kursi

Ilustrasi MotoGP Mandalika 2026. (Dok. InJourney)

Sambut MotoGP, Garuda Indonesia Siapkan 14 Ribu Kursi

Hendrik Simorangkir • 7 October 2026 15:47

Tangerang: Garuda Indonesia Group siapkan 14 ribu kursi penerbangan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat perhelatan MotoGP Grand Prix of Indonesia di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 7-12 Oktober 2026. Belasan ribu kursi yang disiapkan itu untuk rata-rata penerbangan harian mencapai 7-8 penerbangan per harinya. 

"Adapun 14 ribu kursi penerbangan tersebut terdiri atas 6.384 kursi Garuda Indonesia dan 7.740 kursi Citilink," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan, Rabu, 7 Oktober 2026.

Glenny menuturkan, penguatan kapasitas tersebut didukung melalui pengoperasian 26 penerbangan tambahan Garuda Indonesia dan Citilink, pada sejumlah rute menuju Lombok, termasuk Jakarta-Lombok (pp) dan Surabaya–Lombok (pp). 

"Garuda Indonesia juga meningkatkan kapasitas pada empat penerbangan melalui pengoperasian Boeing 777-300ER dan Airbus A330-300," kata Glenny. 

Menurut Glenny, MotoGP Mandalika telah berkembang menjadi salah satu momentum sport tourism terbesar di Indonesia yang secara konsisten mendorong peningkatan mobilitas masyarakat dan wisatawan dari dan menuju Lombok.

"Dalam konteks industri penerbangan, momentum MotoGP kini menjadi salah satu recurring peak traffic period yang perlu diantisipasi secara terencana, sebagaimana periode hari raya, libur akhir tahun, maupun peak season tahunan lainnya. Karena itu, kesiapan kapasitas dan konektivitas udara menjadi bagian penting untuk memastikan peningkatan demand dapat dilayani secara optimal," jelas Glenny.

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Glenny menjelaskan, karakter sport tourism juga menciptakan multiplier effect yang lebih luas karena pergerakan wisatawan tidak hanya berpusat pada lokasi penyelenggaraan event, tetapi turut mendorong aktivitas pada sektor hospitality, transportasi, kuliner, UMKM, serta destinasi wisata lainnya.

"Ekosistem aviasi dan pariwisata memiliki keterkaitan yang sangat erat. Ketika sebuah event internasional mampu menciptakan demand yang kuat dan berulang, konektivitas udara memiliki peran strategis dalam memastikan pergerakan wisatawan terdistribusi dengan baik sekaligus memperluas dampak ekonominya bagi daerah," ungkap Glenny.

(Lukman Diah Sari)