Suhu beku ekstrem melanda wilayah timur Amerika Serikat, menewaskan sedikitnya 20 orang dan mengganggu aktivitas jutaan warga. (Anadolu Agency)
Suhu Beku Ekstrem Tewaskan 20 Orang di AS, Ribuan Sekolah Ditutup
Willy Haryono • 27 January 2026 06:31
Washington: Suhu beku diperkirakan masih akan melanda sebagian besar wilayah timur Amerika Serikat seiring badai musim dingin besar yang terus bergerak melintasi negara tersebut.
Sedikitnya 20 orang dilaporkan meninggal dunia akibat suhu ekstrem dan salju lebat, meski dalam beberapa kasus otoritas setempat menyatakan masih terlalu dini untuk memastikan penyebab kematian secara pasti.
Jutaan warga diminta tetap berada di rumah, sementara ribuan sekolah ditutup, perjalanan terganggu parah, dan ratusan ribu rumah masih mengalami pemadaman listrik. Namun, gangguan mulai berkurang di sejumlah wilayah sejak akhir pekan.
Gubernur Kentucky Andrew Beshear mengatakan sistem badai utama sebagian besar telah meninggalkan negaranya, tetapi ia mengingatkan bahwa kondisi belum sepenuhnya aman.
“Kita belum sepenuhnya berada di luar bahaya,” kata Beshear, dikutip dari BBC, Selasa, 27 Januari 2026.
Badan Cuaca Nasional AS (NWS) memperingatkan bahwa sejumlah negara bagian lain masih akan mengalami “pembekuan ekstrem."
Menurut NWS, suhu dingin akan memengaruhi dua pertiga wilayah timur AS sepanjang pekan ini, dengan banyak daerah diperkirakan mencatat rekor suhu terendah.
Di sebagian besar wilayah, intensitas salju diperkirakan mulai mereda dan pada Selasa diprediksi hanya terkonsentrasi di wilayah timur Kanada.
Baca juga: Badai Salju Pukul Warga New York saat Cuaca Ekstrem Landa AS