Sempat Terseok hingga Kena Trading Halt, IHSG Sedikit Membaik Sore Ini

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Sempat Terseok hingga Kena Trading Halt, IHSG Sedikit Membaik Sore Ini

Eko Nordiansyah • 29 January 2026 16:17

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini berada di zona merah. IHSG membaik usai sempat terseok-seok pada awal perdagangan dengan penghentian sementara perdagangan (trading halt) karena turun lebih dari delapan persen.

Berdasarkan data RTI, Kamis, 29 Januari 2026, IHSG sore turun 88,354 poin atau setara 1,06 persen ke posisi 8.232,201. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 8.027. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 7.481 dan tertinggi di posisi 8.296.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 98,791 miliar senilai Rp67,823 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.950 triliun dengan frekuensi sebanyak 4.931.760 kali.

Sore ini, tercatat sebanyak 214 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 521 saham melemah, dan 73 saham lainnya stagnan.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

BEI terapkan trading halt

Sebagai informasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 09.26 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai delapan persen.

Berdasarkan data perdagangan RTI Business, IHSG melemah 8,0 persen ke level 7.654,66. IHSG melemah sejak awal perdagangan yang dibuka pada level 8.027,82.

"Hari ini, Kamis, 29 Januari 2026, telah dilakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS)," ungkap Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Januari 2026.

Adapun, perdagangan akan dilanjutkan sekitar pukul 09:56.01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. "Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai delapan persen," tambah Kautsar.

OJK segera tindaklanjuti permintaan MSCI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan segera menindaklanjuti permintaan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham di pasar modal Indonesia. Penilaian MSCI ini dinilai menjadi salah satu biang kerok jebloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak kemarin.

"Kami memandang pernyataan MSCI sebagai masukan konstruktif dan sinyal bahwa saham-saham Indonesia tetap dipandang potensial serta layak diinvestasikan bagi investor global," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers di BEI, Kamis, 29 Januari 2026.

Pertama, OJK menindaklanjuti proposal penyesuaian data free float yang telah dipublikasikan oleh BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Salah satunya mengecualikan investor dalam kategori korporasi dan others dalam perhitungan free float, serta mempublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah lima persen untuk setiap kategori investor.

Kedua, OJK berkomitmen memenuhi permintaan tambahan MSCI terkait penyediaan informasi kepemilikan saham di bawah lima persen yang disertai kategori investor dan struktur kepemilikannya. Penyempurnaan ini mengacu pada best practice international agar transparansi dan keterbandingan data Indonesia sejajar dengan pasar global.

Ketiga, SRO akan menerbitkan aturan mengenai free float minimum sebesar 15 persen dalam waktu dekat dengan prinsip transparansi yang kuat. Bagi emiten atau perusahaan publik yang tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut dalam jangka waktu yang ditetapkan, akan diterapkan exit policy melalui proses pengawasan yang terukur dan akuntabel.

"Dengan rangkaian langkah ini, OJK menargetkan penguatan transparansi kepemilikan saham dan kepastian metodologi free float, sekaligus menjaga daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor internasional di tengah dinamika evaluasi indeks global," ungkap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)