Ilustrasi cuaca. Foto: Pexels
Operasi Modifikasi Cuaca Dianggap Berbahaya, Simak Fakata Menurut BMKG
Muhamad Marup • 23 June 2026 23:10
Jakarta: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tengah menjadi sorotan publik. Teknologi tersebut kerap digunakan pemerintah untuk mengurangi risiko bencana seperti banjir atau kekeringan yang memicu kebakaran.
Namun, masih ada masyarakat yang menganggap negatif teknologi tersebut. Mereka beranggapan bahwa teknologi OMC menambah potensi cuaca menjadi tidak stabil.
Mengutip dari artikel laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh proses OMC hanya memanfaatkan fenomena alami tanpa ada campur tangan manusia. Anggapan yang menyebutkan OMC memiliki efek samping berbahaya adalah kekeliruan sains.
Definisi Operasi Modifikasi Cuaca
OMC merupakan upaya memengaruhi proses fisik di dalam awan untuk mengoptimalkan atau mengurangi curah hujan sesuai kebutuhan tertentu. Di Indonesia, teknologi ini umumnya digunakan sebagai langkah mitigasi bencana, seperti mengurangi risiko banjir, mengatasi kebakaran hutan dan lahan, hingga membantu menambah pasokan air di waduk saat musim kemarau.Menurut BMKG, OMC bertujuan murni untuk mitigasi bencana dan melindungi masyarakat dengan menambah atau mengurangi cuaca sehingga bukan menjadi pemicu cuaca tidak stabil.
Cara Kerja Modifikasi Cuaca
Pelaksanaan OMC dilakukan melalui teknik penyemaian awan atau cloud seeding. Petugas terlebih dahulu memantau kondisi atmosfer untuk mengidentifikasi awan yang berpotensi menghasilkan hujan.Setelah ditemukan awan yang sesuai, pesawat khusus akan menyebarkan bahan semai seperti garam (natrium klorida/NaCl) atau kalsium oksida (CaO) ke dalam awan. Bahan tersebut membantu mempercepat proses pembentukan butir air sehingga hujan dapat turun lebih cepat.
Operasi modifikasi cuaca di Jambi. (Dok BNPB)
Dalam menanggapi narasi pemindahan hujan ke wilayah tetangga akan membuat potensi banjir, BMKG menjelaskan ada dua metode yang umum digunakan dalam OMC.- Jumping process method: menyemai awan hujan yang bergerak dari laut menuju daratan. Tujuannya agar hujan turun lebih awal di wilayah perairan atau area yang lebih aman sehingga curah hujan yang mencapai kawasan rawan banjir dapat berkurang.
- Competition method: penyemaian awan sejak fase awal pertumbuhannya untuk mengurangi peluang berkembang menjadi awan cumulonimbus yang berpotensi memicu hujan ekstrem. Dengan ini, OMC dilakukan bukan sebagai pemindahan hujan ke pemukiman lain.
OMC Picu Cold Pool?
Belakangan ini muncul anggapan bahwa operasi OMC dapat memicu cuaca tidak stabil atau menyebabkan fenomena cold pool yang berbahaya. Namun, BMKG menilai anggapan tersebut tidak tepat. Cold pool merupakan fenomena alami yang terjadi ketika udara di bawah awan hujan menjadi lebih dingin akibat penguapan air hujan. Fenomena ini dapat muncul pada hujan alami maupun hujan yang terjadi setelah proses OMC.Karena itu, BMKG menegaskan bahwa operasi OMC bukan penyebab utama munculnya cold pool maupun ketidakstabilan cuaca. Teknologi ini hanya mempercepat proses yang secara alami sudah berlangsung di dalam awan.
(Eunike Michelle Gultom)