Banjir Terjang Parigi Moutong, 145 KK Terdampak

Warga Desa Pombalowo Kabupaten Parigi Moutong mengungsi di masjid karena rumah mereka terendam banjir pada Sabtu (20/2026) malam. ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong

Banjir Terjang Parigi Moutong, 145 KK Terdampak

Lukman Diah Sari • 21 June 2026 13:30

Palu: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan sekitar 145 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terdampak bencana banjir pada Sabtu malam, 20 Juni 2026. 

"Hujan lebat mengguyur pukul 23.00 Wita mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga," kata Plt Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai yang dihubungi dari Palu, Minggu, 21 Juni 2026.

Ia menjelaskan, empat desa di Parigi Moutong yang terdampak banjir yakni Desa Pombalowo Kecamatan Parigi dengan 25 KK atau 110 jiwa terdampak, di mana 100 jiwa di antaranya mengungsi di rumah ibadah karena rumah mereka terendam air.

Kemudian Desa Masari sebanyak 70 KK terdampak, 10 KK di antaranya mengungsi, dua rumah rusak ringan, 70 hektare sawah dan dua kebun terendam banjir. Lalu Desa Dolago Padang di Kecamatan Parigi Selatan dengan 50 KK terdampak dan 100 hektare sawah terendam.

"Desa Lebagu di Kecamatan Balinggi masih proses pendataan," ujar dia.

Ia mengemukakan, khusus di Desa Pombalowo 14 jiwa bayi dan balita, 11 orang lansia, dan dua ibu hamil mengungsi. Sebagian dari mereka sedang membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir. Diperkirakan Minggu sore mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Mitigasi bencana sangat penting menghadapi situasi seperti ini. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, terutama warga yang bermukim di bantaran sungai maupun lereng gunung," ucap Rivai.

Sawah di Desa Dolago Padang Kabupaten Parigi Moutong rusak akibat dampak banjir yang terjadi pada Sabtu (20/6/2026) malam. ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong

Pihaknya juga telah membagikan bantuan berupa perlengkapan tidur kepada pengungsi, termasuk perlengkapan bayi. Ia mengaku terus berupaya melakukan penanganan yang cepat terhadap dampak banjir, sembari melaksanakan percepatan pemulihan tanggap darurat gempa magnitudo 6,7.

"Hingga kini kami terus melakukan pendataan lapangan atas dampak banjir," kata dia.

(Lukman Diah Sari)