Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu
Donald Trump Sebut Amerika Serikat Harus Kembalikan Aset Uang Milik Iran
Fajar Nugraha • 18 June 2026 11:36
Evian Les Bains: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pemerintah AS telah membekukan banyak aset keuangan milik Iran dan kini harus mengembalikan dana tersebut ke pihak Teheran.
Berbicara dalam konferensi pers di Prancis pasca-penutupan KTT G7, Trump mengonfirmasi bahwa saat ini dana milik Iran tersebut masih berada di bawah penanganan otoritas Amerika Serikat.
Trump menambahkan bahwa dana tersebut pada prinsipnya bukanlah milik Amerika melainkan hak kedaulatan Iran yang dibekukan pada periode waktu tertentu, sehingga AS wajib mengembalikannya demi menjaga kredibilitas mata uang dolar di mata investor global.
"Itu bukan uang kita, itu uang mereka, dan kita membekukannya pada suatu titik waktu tertentu, saya rasa kita harus mengembalikannya, Anda tahu, jika kita tidak mengembalikannya, tidak akan ada orang yang mau berinvestasi dalam dolar lagi," tambahnya menjabarkan alasan logis di balik kebijakan tersebut.
Secara kronologis, sebuah nota kesepahaman telah ditandatangani langsung oleh Trump dan secara digital oleh Presiden Iran pada hari Minggu lalu, yang memuat poin penghentian operasi militer di semua lini serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Langkah ini sekaligus membuka jalan bagi perundingan lanjutan terkait program nuklir Iran yang dikaitkan dengan pelonggaran sanksi ekonomi, di mana upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat ini di Swiss.
Berdasarkan draf perjanjian tersebut, Amerika Serikat bersama jajaran mitra regional berkomitmen untuk menyusun sebuah rencana definitif yang disepakati bersama, dengan menyiapkan dana minimal USD300 miliar atau sekitar Rp5.300 triliun demi rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran.
Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa pemerintah AS tidak akan mengucurkan dana tersebut secara cuma-cuma, melainkan hanya jika pihak Iran mematuhi seluruh koridor kesepakatan yang ada serta membuka ruang investasi bagi publik.
"Kita tidak menaruh uang secara langsung. Hanya jika mereka melakukan hal-hal dengan benar, jika mereka melakukan hal-hal dengan benar, jika orang-orang ingin berinvestasi, mereka dapat berinvestasi. Mereka memiliki dana USD300 miliar. Ini hanya jika mereka melakukan hal-hal dengan benar," urainya secara mendalam.
Trump juga mengingatkan publik untuk melihat skala kerugian besar yang telah dialami oleh Iran akibat kecamuk konflik bersenjata yang berlangsung selama ini. "Ingat ini juga, ketika Anda berbicara tentang miliaran dolar, mereka telah mengalami kerusakan senilai jauh lebih dari satu triliun dolar," kata Trump menyoroti dampak kehancuran infrastruktur di Iran.
Mengenai prospek realisasi pelonggaran sanksi ekonomi bagi Iran, Trump mengatakan bahwa langkah positif tersebut akan segera terwujud begitu pihak Teheran menunjukkan perubahan perilaku yang kooperatif.
"Sesuatu akan terjadi segera setelah mereka berperilaku baik," cetus Trump singkat.
Berdasarkan dokumen MOU berisi 14 poin yang dirilis oleh pemerintah AS, pihak Washington berkomitmen untuk mengakhiri segala jenis sanksi terhadap Iran sesuai dengan jadwal yang disepakati dalam perjanjian final. Poin pemutihan tersebut mencakup pembatalan resolusi Dewan Keamanan PBB, resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), serta seluruh sanksi unilateral dari AS, baik sanksi primer maupun sekunder.
(Kelvin Yurcel)