Laporan Kasus Semakin Banyak, Komnas Perempuan Terkendala Anggaran

Ilustrasi Pexels

Laporan Kasus Semakin Banyak, Komnas Perempuan Terkendala Anggaran

Muhamad Marup • 21 April 2026 18:56

Jakarta: Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat perempuan korban kasus kekerasan semakin berani melapor. Laporan korban dalam Catahu 2025 sebanyak 376.529 meningkat 14% dibanding tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Komnas 
Perempuan, Dahlia Madanih, menilai, kondisi tersebut tidak hanya bentuk meningkatnya kepercayaan korban atas mekanisme yang dibangun. Banyaknya pelaporan menjadi tantangan Komnas Perempuan dalam menjaga akuntabilitasnya di tengah keterbatasan himpitan struktural salah satunya efisiensi anggaran.  

"Kami melihat adanya kesenjangan serius antara kebutuhan perlindungan korban dan kapasitas sistem yang tersedia, dan ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Dahlia,  dalam keterangan resminya, Senin, 21 April 2026.

Jumlah kasus meningkat

Komnas Perempuan juga menerima 4.597 pengaduan kasus kekerasan terhadap perempuan selama tahun 2025. 3.682 di antaranya berbasis gender terhadap perempuan.

Ketua Komnas 
Perempuan, Maria Ulfah Anshor, lonjakan kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2025 harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, peningkatan terjadi karena terjadinya krisis sistemik.

"Kita tidak hanya menghadapi peningkatan angka, tetapi krisis sistemik yang belum sepenuhnya mampu dijawab oleh sistem hukum dan kebijakan," terangnya.
 

Indikator laporan

Laporan Komnas Perempuan bertajuk “Menjaga Arah di Masa Transisi: Memperkuat Respons Ekosistem Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan” menekankan bahwa persoalan kekerasan terhadap perempuan tidak bisa lagi dibaca secara sektoral. Isu tersebut harus dilihat sebagai bagian dari krisis sistemik yang membutuhkan respons lintas sektor, lintas isu, dan lintas aktor.

Ilustrasi Pexels

Kerangka laporan tahun 2025 memuat refleksi Komnas Perempuan atas situasi global dengan peningkatan konflik, perang serta bencana dan krisis iklim yang berdampak pada degradasi isu hak asasi perempuan. Transisi kepemimpinan politik nasional yang memengaruhi langkah teknokratik penghapusan kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2025.

Komnas Perempuan intervensi 6 isu priroitas yaitu Perempuan dalam Konflik, Ruang Aman Perempuan dalam Keluarga dan Dunia Kerja, Penyiksaan, Penghukuman, atau Perlakuan Kejam atau Tidak Manusiawi, serta isu Digitalisasi dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK). Komnas Perempuan menyuguhkan 8 kategori capaian yang dikerjakan dalam tiga aras kerja pencegahan, perlindungan dan penanganan serta penguatan kelembagaan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)