Tiongkok Bantah Tuduhan Kapal yang Disita AS Bawa 'Hadiah' untuk Iran

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun. (Antara)

Tiongkok Bantah Tuduhan Kapal yang Disita AS Bawa 'Hadiah' untuk Iran

Muhammad Reyhansyah • 22 April 2026 19:41

Beijing: Tiongkok kembali membantah tuduhan bahwa kapal yang dicegat oleh Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah membawa “hadiah” dari Beijing untuk Iran.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kapal berbendera Iran yang disita pasukan AS di Teluk Oman pada Minggu lalu membawa “hadiah dari Tiongkok."

Pernyataan tersebut muncul setelah mantan duta besar AS untuk PBB Nikki Haley menulis di platform X, bahwa kapal tersebut berlayar dari Tiongkok menuju Iran dan diduga terkait pengiriman bahan kimia untuk program rudal.

Menanggapi tuduhan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun menegaskan bahwa kapal itu merupakan kapal kontainer asing. Ia juga menolak segala bentuk spekulasi dan pengaitan dengan Tiongkok yang dianggap tidak berdasar.

Sikap Tiongkok

Saat kembali ditanya mengenai pernyataan Trump, Guo mengatakan bahwa posisi Tiongkok telah disampaikan sebelumnya.

“Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, Tiongkok selalu memberikan contoh yang baik dalam memenuhi kewajiban internasionalnya,” ujarnya, dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 22 April 2026.

Trump juga mengaku terkejut atas situasi tersebut, mengingat ia merasa memiliki “pemahaman” dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Ia sebelumnya menyebut Xi telah menjamin tidak akan ada pengiriman senjata dari Tiongkok ke Iran.

Tiongkok diketahui merupakan mitra dekat Iran dan sebelumnya menyebut serangan AS dan Israel terhadap Teheran sebagai tindakan ilegal. Namun, Beijing juga mengkritik serangan terhadap negara-negara Teluk serta menyerukan agar Selat Hormuz dibuka kembali.

Ketegangan di Selat Hormuz

Menurut Komando Pusat AS, kapal yang disita, Touska, sedang menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran saat dicegat.

Kapal perang USS Spruance dilaporkan melepaskan sejumlah tembakan untuk melumpuhkan sistem propulsi kapal setelah sebelumnya memerintahkan awak untuk meninggalkan ruang mesin.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak dan gas alam cair dunia, yang praktis tertutup sejak pecahnya konflik di Timur Tengah.

Iran sempat membuka kembali jalur tersebut pada Jumat sebagai respons terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon, namun kembali menutupnya sehari kemudian setelah AS mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal yang menuju dan meninggalkan pelabuhan Iran.

Baca juga:  Trump Sebut Militer AS Cegat Kapal Kargo Iran di Kawasan Teluk

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)