Indonesia melalui KJRI San Francisco memperkuat kerja sama dengan California dalam investasi, teknologi, energi bersih, dan pendidikan. (KJRI San Francisco)
Indonesia Perluas Kerja Sama dengan California, Fokus pada AI dan Energi Bersih
Willy Haryono • 8 April 2026 17:16
San Francisco: Upaya Indonesia memperkuat hubungan ekonomi dan kelembagaan dengan kawasan Amerika Serikat bagian barat memasuki tahap baru.
Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yohpy Ichsan Wardana, telah bertemu dengan California State Treasurer Fiona Ma serta CEO California Public Employees’ Retirement System (CalPERS) Marcie Frost di Wisma Indonesia, 6 April 2026.
Pertemuan ini menjadi forum dialog strategis untuk menjajaki peluang kerja sama konkret antara Indonesia dan California, salah satu pusat ekonomi dan inovasi global.
"Indonesia dan California memiliki karakteristik yang saling melengkapi. California unggul dalam inovasi, teknologi, dan modal, sementara Indonesia memiliki skala pasar, pertumbuhan, serta posisi strategis di Asia Tenggara," ujar Yohpy, dalam keterangan di situs Kementerian Luar Negeri RI, Selasa, 7 April 2026.
Fiona Ma menyoroti potensi penguatan kerja sama, khususnya di sektor teknologi dan produk unggulan California seperti pertanian. Salah satu fokus utama pembahasan adalah pengelolaan dana pensiun dan investasi jangka panjang.
Indonesia menyatakan ketertarikan mempelajari praktik terbaik CalPERS, yang dikenal sebagai salah satu pengelola dana pensiun terbesar di dunia. Penguatan kapasitas ini dinilai penting untuk mendorong investasi jangka panjang yang produktif dan berkelanjutan.
Fiona Ma menekankan pentingnya tata kelola yang kuat, sementara Marcie Frost menyebut keberhasilan sistem pensiun ditentukan oleh disiplin kelembagaan dan orientasi jangka panjang. Diskusi ini membuka peluang pertukaran pengetahuan antara CalPERS dan lembaga serupa di Indonesia.
Pembahasan juga mencakup energi bersih dan investasi berkelanjutan. Indonesia memaparkan prioritas transisi energi, sementara pihak California menunjukkan minat pada pembiayaan hijau dan kerangka investasi yang mendukung agenda tersebut.
Sektor Teknologi hingga Pendidikan dan Riset
Di sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), Indonesia menegaskan pendekatan strategis yang tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan, tetapi juga tata kelola dampaknya terhadap dunia kerja, pendidikan, dan perlindungan generasi muda.Selain itu, kedua pihak membahas potensi kerja sama di sektor energi, mineral, dan kendaraan listrik. Indonesia menyoroti agenda hilirisasi, terutama pada komoditas strategis seperti nikel yang berperan penting dalam rantai pasok baterai global.
Di bidang pendidikan dan riset, kerja sama dinilai memiliki fondasi kuat melalui hubungan dengan berbagai universitas di California. Penguatan jejaring ini diharapkan mendukung kolaborasi di bidang teknologi, pertanian, dan riset terapan.
Pertemuan ini juga mencerminkan potensi diplomasi subnasional sebagai jalur strategis penguatan kerja sama internasional.
Secara keseluruhan, hubungan Indonesia–California dinilai memiliki ruang luas untuk dikembangkan secara lebih terstruktur dan berorientasi hasil, khususnya di sektor investasi, teknologi, energi, dan pendidikan.
Ke depan, penguatan kemitraan dengan California, yang merupakan salah satu perekonomian terbesar dunia, menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam memperluas kerja sama global yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Sebagai catatan, kerja sama antara California dan Indonesia telah terjalin sejak 1995 melalui skema sister state antara California dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Baca juga: KJRI San Francisco Dukung Kunjungan Perdana Parlemen California ke Jakarta