Komodo Muncul di Manggarai Timur, BBKSDA NTT Tingkatkan Pemantauan

Ilustrasi: Komodo melintas, hasil gambar yang diambil menggunakan kamera jebak di Manggarai Timur. ANTARA/HO-BBKSDA NTT

Komodo Muncul di Manggarai Timur, BBKSDA NTT Tingkatkan Pemantauan

Lukman Diah Sari • 8 April 2026 12:41

Kupang: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) memasang 12 kamera jebak untuk memantau pergerakan komodo di Kelurahan Poto, Kabupaten Manggarai Timur. Pemasangan kamera jebak itu untuk memantau pergerakan komodo dan mencegah konflik berulang.

"Pada tanggal 31 Maret 2026 lalu warga Dusun Parasai, Kelurahan Pota, juga melaporkan kemunculan komodo berukuran sekitar 1,7 meter yang memangsa ternak warga," ujar Kepala BBKSDA NTT Adhi Nurul Hadi di Kupang, Rabu, 8 April 2026, melansir Antara.

Ilustrasi--Suasana konservasi komodo di Pulau Rinca. Foto: Damar Iradat/Medcom.id

Tak hanya kamera jebak, pihaknya juga memasang kandang perangkap di daerah itu untuk mencegah masuknya komodo ke sekitar lingkungan warga. Adhi menegaskan  komodo merupakan satwa dilindungi yang keberadaannya harus dijaga bersama, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan tindakan yang membahayakan.

“Jika menemukan satwa liar di sekitar permukiman, segera laporkan kepada petugas agar penanganannya sesuai prosedur,” jelas dia. 

Peredaran satwa komodo, kata dia, tidak hanya ada di Pulau Rinca ataupun di Pulau Komodo di Kawasan Taman Nasional (TN) Komodo. Tapi tersebar juga di beberapa wilayah di Pulau Flores, salah satunya di Kabupaten Manggarai Timur yang lokasinya di hutan.

Selain itu ada juga komodo di Pulau Longos serta Pulau Ontoloe. Sehingga, kata dia, pemantauan harus dilakukan agar tidak ada warga yang terkena gigitan komodo. BKSDA NTT juga mengingatkan bahwa segala bentuk penangkapan, kepemilikan, maupun perdagangan ilegal satwa dilindungi dapat dikenai sanksi hukum sesuai peraturan perundang-undangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)