Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam press briefing di Kemlu RI, Jakarta, Rabu, 8 April 2026. (Metrotvnews / Muhammad Reyhansyah)
RI Sambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran, Dorong Penyelesaian Damai Berkelanjutan
Muhammad Reyhansyah • 8 April 2026 14:15
Jakarta: Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang disepakati pada Selasa, 7 April 2026, serta mendorong agar momentum tersebut dimanfaatkan untuk mendorong penyelesaian damai berkelanjutan.
Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan adanya upaya dari para pihak terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi di tengah ketegangan yang terjadi.
“Terkait kesepakatan gencatan senjata ini, tentunya pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang telah diumumkan selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran,” kata Yvonne dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Menurut dia, langkah tersebut mencerminkan komitmen awal dari pihak-pihak yang terlibat untuk mendorong deeskalasi konflik melalui jalur diplomasi.
“Perkembangan ini tentunya mencerminkan adanya upaya dari para pihak-pihak yang terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi guna mendorong deeskalasi,” ujar Yvonne.
Lebih lanjut, Indonesia menilai gencatan senjata tersebut sebagai peluang penting yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai perdamaian yang lebih permanen.
“Indonesia melihat momentum ini sebagai awal yang positif dan mendorong agar kesempatan atau momentum ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan,” tegas Yvonne.
Ia juga kembali menegaskan sikap konsisten Indonesia dalam menyikapi konflik internasional, yakni pentingnya menahan diri dan mengedepankan dialog.
“Indonesia kembali menegaskan pentingnya untuk semua pihak terkait menahan diri secara maksimal, menghormati kedaulatan dan integritas teritorial, serta selalu mengutamakan dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik,” jelas Yvonne.
Menurut Yvonne, dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai penyelesaian konflik secara damai.
Baca juga: PM Malaysia Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Dorong Solusi Jangka Panjang