Indonesia Genjot Diversifikasi Pasar, Negosiasi FTA dengan Rwanda Terus Berjalan

Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan (HEKSP) Kemlu RI Daniel Tumpal Simanjuntak. Foto: Metrotvnews.com

Indonesia Genjot Diversifikasi Pasar, Negosiasi FTA dengan Rwanda Terus Berjalan

Muhammad Reyhansyah • 31 July 2026 07:39

Jakarta: Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memperluas akses pasar bagi produk Indonesia melalui diplomasi ekonomi, salah satunya dengan melanjutkan negosiasi perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) bersama Rwanda dan Mauritius.

Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan (HEKSP) Kemlu RI Daniel Tumpal Simanjuntak mengatakan diversifikasi pasar menjadi salah satu target utama diplomasi ekonomi Indonesia tahun ini, seiring upaya pemerintah memperluas pasar ekspor di tengah dinamika perdagangan global.

"Berbagai target itu bisa kita lihat secara kualitatif maupun kuantitatif. Namun yang jelas, salah satu target utama kami adalah memperluas dan lebih mendorong diversifikasi pasar," kata Daniel di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Daniel, arahan Menteri Luar Negeri Sugiono juga menekankan agar Kemlu terus bekerja sama dengan kementerian dan lembaga (K/L) terkait untuk membuka akses pasar baru bagi Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemlu saat ini tengah melakukan negosiasi FTA dengan Rwanda dan Mauritius. Selain itu, pembahasan perjanjian perdagangan bebas juga terus dilakukan bersama sejumlah negara lain di berbagai kawasan.

"Sebagai contoh, sekarang Kementerian Luar Negeri sedang mendorong dan melakukan negosiasi perdagangan bebas dengan negara seperti Rwanda dan Maurisius. Kami juga bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain melakukan pembahasan perdagangan bebas dengan negara-negara lain di kawasan lain, selain Afrika," ujarnya.

Daniel menjelaskan diplomasi ekonomi tidak hanya diarahkan untuk memperluas pasar tujuan ekspor, tetapi juga membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas melalui kemitraan strategis dengan berbagai negara.


Perkuat Kerja Sama Selatan-Selatan

Selain memperluas akses pasar, Daniel mengatakan Ditjen HEKSP juga terus memperkuat kerja sama pembangunan sebagai bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia.

Menurutnya, Indonesia tetap berkomitmen memperdalam Kerja Sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation) meski di tengah tren pengurangan bantuan dan kerja sama pembangunan yang dilakukan sejumlah negara.

"Indonesia tetap berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama Selatan-Selatan. Di tengah berbagai pengurangan kerja sama pembangunan di berbagai negara, Indonesia tetap berkomitmen memperkuat dan melakukan pendalaman kerja sama seperti ini," katanya.

Daniel menuturkan kerja sama pembangunan tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas dan pembangunan mitra, tetapi juga menjadi instrumen untuk mempererat hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

"Kerja sama pembangunan ini selain untuk memperkuat pembangunan dalam berbagai bidang, juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama ekonomi yang sifatnya win-win, saling menguntungkan dengan berbagai pihak," ujar Daniel.

Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia yang tidak hanya berfokus pada perluasan perdagangan, tetapi juga membangun kemitraan jangka panjang melalui kerja sama pembangunan dan penguatan hubungan dengan negara-negara mitra.

(Fajar Nugraha)