Presiden Prabowo Subianto bersama PM Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026. (YouTube / BPMI Setpres)
Bertemu Presiden Prabowo, PM Thailand Tawarkan 36 Kendaraan Amfibi untuk TNI AL
Willy Haryono • 3 August 2026 18:59
Jakarta: Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menawarkan penguatan kerja sama strategis dengan Indonesia di berbagai bidang, termasuk di sektor pertahanan dan keamanan, saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Dalam pernyataannya, Anutin membuka pidato dengan menyampaikan belasungkawa atas insiden kebakaran kapal KMP Mutiara Santosa 2. Ia berharap tidak ada lagi korban jiwa setelah mendapat informasi bahwa situasi telah berhasil dikendalikan.
Anutin juga mengapresiasi kunjungan Presiden Prabowo ke Thailand tahun lalu yang dinilainya meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Thailand, terutama saat Prabowo memberikan penghormatan militer kepada Raja Thailand.
Menurutnya, Indonesia dan Thailand sebagai dua pilar utama ASEAN perlu mempererat kerja sama bilateral sekaligus memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai isu regional maupun global.
"Kami harus bekerja lebih erat untuk memperluas kerja sama bilateral dan mendorong kawasan ASEAN semakin maju," ujarnya.
Dalam bidang pertahanan, Anutin mengusulkan peningkatan kerja sama industri pertahanan. Thailand menyatakan kesiapan memasok 36 kendaraan tempur amfibi beroda untuk Korps Marinir TNI AL. Kendaraan tersebut saat ini juga digunakan oleh Royal Thai Marine Corps.
Ia mengatakan pemerintah Thailand menyambut baik kesempatan agar produk industrinya dapat digunakan Indonesia.
Selain itu, Thailand mengundang delegasi Indonesia untuk menghadiri Defense and Security Expo yang akan digelar di Thailand pada November tahun depan.
Anutin juga menilai hubungan pertahanan kedua negara telah berjalan erat melalui latihan militer bersama, pertukaran informasi, dan kerja sama keamanan maritim. Ia bahkan menyebut Prabowo sebagai sosok yang dihormati kalangan militer Thailand.
"Saya mendapat penjelasan dari para petinggi militer kami sebelum berkunjung ke sini. Bapak Presiden merupakan ikon militer dan banyak jenderal muda Thailand mengagumi kiprah Anda," katanya.
Di bidang keamanan, Thailand mengusulkan penguatan kerja sama penegakan hukum, pertukaran intelijen, dan peningkatan kapasitas untuk memerangi kejahatan lintas negara, terutama penipuan daring, perdagangan manusia, dan narkotika.
Anutin mengungkapkan bahwa sejak tahun lalu Thailand telah memfasilitasi pemulangan lebih dari 1.000 warga negara Indonesia yang menjadi korban pusat penipuan daring di wilayah perbatasan Thailand.
Baca juga: Presiden Prabowo Terima Kunjungan Kenegaraan PM Thailand