Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat. Foto: Dok. Istimewa.
Hadiri Seminar UNAS, Jumhur Tegaskan Pentingnya Koperasi Kelola Subsidi
Fachri Audhia Hafiez • 30 July 2026 17:39
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, mendorong penguatan peran koperasi dalam mendukung ekosistem pembangunan nasional dan pengelolaan lingkungan. Ia menilai penyaluran program-program strategis pemerintah, seperti subsidi pupuk, hendaknya melibatkan koperasi agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat.
“Agen-agen penyalur subsidi pupuk dan berbagai program strategis lainnya harus disalurkan melalui koperasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Jumhur saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Series Doktor Ilmu Politik FISIP Universitas Nasional (UNAS) di Ragunan, Jakarta, dikutip Kamis, 30 Juli 2026.
Dalam forum akademik bertajuk “Perspektif Kritis: Membedah Arah Kebijakan Pemerintah Prabowo Menanggulangi Kerusakan Lingkungan” tersebut, Jumhur memaparkan arah kebijakan pemerintah. Khususnya terkait penguatan pengelolaan lingkungan hidup dan tata kelola ekonomi yang berkelanjutan.
Di hadapan para akademisi serta civitas akademika UNAS, Jumhur mengungkapkan kebanggaannya sebagai alumni Universitas Nasional yang kini dipercaya mengawal kebijakan lingkungan nasional.
“Saya bangga menjadi lulusan UNAS,” ungkap Jumhur diiringi antusiasme para peserta seminar.
Sementara itu, Kepala Program Studi Doktor Ilmu Politik FISIP UNAS TB Massa Djafar menyatakan bahwa seminar ini menjadi momentum sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah untuk memetakan arah kebijakan lingkungan era Presiden Prabowo Subianto berbasis riset.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, dan Kepala Program Studi Doktor Ilmu Politik FISIP UNAS TB Massa Djafar. Foto: Dok. Istimewa.
Ia menegaskan isu lingkungan saat ini merupakan agenda strategis yang membutuhkan kolaborasi lintas disiplin ilmu. Melalui kajian akademis ini, pihak UNAS tengah bersiap mengembangkan program studi baru yang fokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan.
“Kami juga tengah mempersiapkan pengembangan program studi baru yang berfokus pada isu lingkungan dan keberlanjutan dengan pendekatan keilmuan serta kebijakan yang aplikatif,” ucap Djafar.