Kuba kembali mengalami pemadaman listrik nasional di tengah krisis energi. (Anadolu Agency)
Jaringan Listrik Kuba Kembali Lumpuh Total, Pemadaman Landa Seluruh Pulau
Willy Haryono • 3 August 2026 12:46
Havana: Jaringan listrik nasional Kuba kembali kolaps pada Minggu malam, memicu pemadaman listrik massal yang melanda hampir seluruh wilayah negara kepulauan tersebut.
Perusahaan listrik milik negara, Unión Eléctrica (UNE), mengumumkan gangguan tersebut melalui platform X pada Minggu malam. Hingga kini, otoritas belum menjelaskan penyebab pasti kolapsnya sistem, cakupan pemadaman, maupun kapan pasokan listrik dapat dipulihkan sepenuhnya.
Sebelum jaringan nasional lumpuh, perusahaan listrik Havana telah melaporkan sejumlah gangguan pasokan akibat transformator yang rusak, kerusakan sirkuit, serta pemadaman terencana karena kapasitas pembangkit listrik yang tidak mencukupi.
Menurut kantor berita Reuters yang dikutip Al Jazeera, Senin, 3 Agustus 2026, UNE masih mencatat puluhan laporan gangguan yang belum terselesaikan di berbagai wilayah, termasuk Guanabacoa, Habana del Este, La Lisa, dan Marianao.
Dalam kondisi seperti ini, otoritas Kuba biasanya memulai proses pemulihan dengan membentuk jaringan listrik berskala kecil untuk memasok fasilitas vital, seperti rumah sakit, instalasi pengolahan air, dan fasilitas produksi pangan. Setelah itu, pembangkit listrik utama akan dihubungkan kembali secara bertahap hingga jaringan nasional pulih sepenuhnya.
Pemadam Berulang
Kolapsnya jaringan listrik pada Minggu menjadi pemadaman nasional terbaru yang terjadi tahun ini.Sepanjang Juli, sistem kelistrikan Kuba mengalami tiga kali kolaps dalam kurun sembilan hari, termasuk dua pemadaman yang melanda seluruh pulau dalam pekan yang sama. Salah satu insiden tersebut menyebabkan sekitar 10 juta penduduk kehilangan pasokan listrik.
Saat itu, pemerintah kesulitan memulihkan jaringan karena kapasitas pembangkit listrik tetap tidak mampu memenuhi kebutuhan nasional meskipun jaringan telah kembali terhubung.
Sistem kelistrikan Kuba terus mengalami penurunan kinerja akibat kekurangan bahan bakar, terbatasnya suku cadang, serta seringnya kerusakan pada pembangkit listrik tenaga termal yang telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade dengan perawatan yang minim.
Pemerintah Kuba menyalahkan Amerika Serikat atas memburuknya krisis energi tersebut. Havana menuding Washington membatasi pasokan minyak, akses terhadap pembiayaan, dan pengadaan peralatan yang dibutuhkan untuk sektor kelistrikan.
Kuba juga kehilangan salah satu sumber utama pasokan bahan bakarnya setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan blokade minyak terhadap negara itu menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS pada awal Januari.
Selama bertahun-tahun, Venezuela merupakan pemasok minyak utama bagi Kuba. Selain itu, impor minyak dari Meksiko juga dilaporkan terhenti akibat meningkatnya tekanan dari Washington.
Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai krisis listrik Kuba merupakan akumulasi dari puluhan tahun minimnya investasi dan buruknya pengelolaan sektor energi.
Pemadaman berkepanjangan telah mengganggu layanan transportasi, distribusi air bersih, komunikasi, hingga pelayanan kesehatan. Banyak warga juga kesulitan menyimpan bahan makanan, memasak, maupun beristirahat di tengah suhu musim panas yang tinggi.
Baca juga: Jaringan Listrik Kuba Kembali Kolaps, Ibu Kota dan Lima Provinsi Alami Pemadaman