Peta guncangan gempa bumi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Dokumentasi/ BMKG)
Gempa Kabupaten Bandung Dirasakan di Sejumlah Daerah
Roni Kurniawan • 17 September 2026 09:29
Bandung: Gempa bumi tektonik magnitudo 2,7 mengguncang wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis, 17 September 2026 pagi. Gempa dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.
Plt. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati mengatakan, gempa terjadi pada pukul 06.21.05 WIB.
"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif," ujar Ana dalam keterangan resmi BMKG.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 7,25 Lintang Selatan dan 107,61 Bujur Timur. Titik gempa berada di darat, sekitar 27 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman hanya 4 kilometer.
Getaran gempa dirasakan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, serta Talegong dan Cisewu, Kabupaten Garut.
BMKG mencatat intensitas getaran mencapai III Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan sensasinya dapat terasa seperti ada truk yang sedang melintas.
Meski dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah, hingga saat ini BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Gempa di Kabupaten Bandung dengan kekuatan M2,7, Kamis, 17 September 2026. (tangkapan layar)
BMKG juga mencatat adanya aktivitas seismik berupa rangkaian gempa bumi di wilayah Kabupaten Bandung. Berdasarkan hasil monitoring sejak 16 September 2026 hingga Kamis, 17 September 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat sebanyak 47 kejadian gempa bumi di wilayah tersebut.
Rangkaian aktivitas seismik tersebut menjadi bagian dari pemantauan BMKG terhadap dinamika kegempaan di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat diminta memastikan informasi mengenai aktivitas gempa hanya berasal dari kanal resmi BMKG.
"Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, tanpa perlu panik, serta memastikan kondisi bangunan di lingkungan masing-masing tetap aman," ungkap Ana.