Seskab Ungkap 6 Langkah Presiden Prabowo Menuju Kemandirian Energi

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Dewan Energi Nasional (DEN). Foto: Antara.

Seskab Ungkap 6 Langkah Presiden Prabowo Menuju Kemandirian Energi

Anggi Tondi Martaon • 18 September 2026 16:17

Jakarta: Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkap enam langkah Presiden Prabowo Subianto menuju kemandirian energi nasional dengan mengoptimalkan sumber daya energi dalam negeri. Kemandirian energi nasional harus dibangun dari kekuatan dan sumber daya yang dimiliki Indonesia sendiri.

"Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya mencapai swasembada energi dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri," kata Teddy dikutip dari Antara, Jumat, 18 September 2026.

Teddy menyampaikan, Presiden Prabowo memimpin Sidang Dewan Energi Nasional (DEN) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan anggota DEN di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Menurut Teddy, sidang tersebut merupakan agenda rutin DEN yang dipimpin langsung Presiden Prabowo selaku Ketua DEN untuk membahas sejumlah langkah konkret dalam mempercepat kemandirian energi nasional.

Mengutip Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia, Teddy mengatakan langkah pertama menuju kemandirian energi ialah mempercepat pengembangan berbagai sumber energi dalam negeri. Mulai dari kelapa sawit, jagung, singkong, tebu, batu bara, panas bumi hingga energi surya.

Langkah kedua yaitu melalui pengembangan B50 dan E50 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Ketiga, memperkuat energi terbarukan dengan mempercepat pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun.

Keempat, meningkatkan produksi minyak nasional dengan mengoptimalkan ladang dan sumur minyak yang telah ada. Serta mempercepat kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan produksi energi dari dalam negeri.

Pertamina mempercepat produksi migas guna mendukung kemandirian energi nasional. Foto: dok Pertamina.

Kelima, pemerintah membahas tindak lanjut rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sesuai kajian dan tahapan yang telah disiapkan. Hal itu sebagai bagian dari penguatan bauran energi nasional.

Langkah keenam yaitu menyusun peta jalan energi yang lengkap dan terukur sebagai langkah berikutnya. Peta jalan tersebut mencakup target tahunan, kebutuhan investasi, jadwal pelaksanaan hingga pembagian tugas dalam implementasinya.

"Presiden menegaskan bahwa kemandirian energi bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan memberikan ruang yang lebih besar bagi Indonesia untuk menentukan arah pembangunannya di tengah dinamika geopolitik global," kata Teddy.

(Anggi Tondi)