BMKG Prediksi Musim Hujan di Kotawaringin Timur Dimulai Oktober

Kepala BMKG Kotim Mulyono Leo Nardo. ANTARA/Devita Maulina

BMKG Prediksi Musim Hujan di Kotawaringin Timur Dimulai Oktober

Whisnu Mardiansyah • 17 September 2026 18:09

Sampit: Musim kemarau di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, diperkirakan masih bertahan hingga akhir September 2026. BMKG Kotim memprakirakan awal musim hujan mulai masuk secara bertahap pada Oktober hingga November.

“Untuk kondisi cuaca kita di September ini adalah puncak musim kemarau di wilayah Kotawaringin Timur. Prakiraan sampai akhir bulan ini kondisinya masih kering,” kata Kepala BMKG Kotawaringin Timur (Kotim) Mulyono Leo Nardo di Sampit, seperti dilansir Antara, Kamis, 17 September 2026.

Menurut Mulyono, September menjadi periode puncak musim kemarau di Kotim. Kondisi tersebut diperkirakan masih bertahan hingga memasuki penghujung bulan.

Berdasarkan pemantauan dan prakiraan BMKG, perubahan musim mulai terlihat pada Oktober. Peralihan menuju musim hujan tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Kotim, melainkan berlangsung secara bertahap dari kawasan utara menuju selatan.

Wilayah Kotim bagian utara diprakirakan menjadi kawasan pertama yang memasuki musim hujan pada Dasarian II Oktober atau sekitar pertengahan bulan. Kondisi serupa kemudian diperkirakan terjadi di wilayah bagian tengah pada Dasarian III Oktober.

“Awal musim hujan di wilayah Kotawaringin Timur bagian utara itu ada di Dasarian II Oktober. Kemudian bagian tengah Dasarian III Oktober, sedangkan Sampit dan Baamang serta sekitarnya Dasarian I November . Terakhir Dasarian III November di daerah Teluk Sampit dan sekitarnya,” kata Mulyono.
 


Sejumlah wilayah diperkirakan lebih awal mengalami awal musim hujan pada Dasarian II Oktober. Kawasan tersebut meliputi sebagian Telaga Antang, Antang Kalang, Tualan Hulu, dan Bukit Santuai.

Memasuki Dasarian III Oktober, hujan diprakirakan mulai meluas ke sejumlah kecamatan. Wilayah tersebut mencakup Mentaya Hulu, Parenggean, sebagian Mentaya Hilir Utara, Kota Besi, Antang Kalang, Telawang, Cempaga Hulu, Tualan Hulu, dan Bukit Santuai.

Sementara itu, Sampit, Baamang, Mentawa Baru Ketapang, Seranau, Mentaya Hilir Selatan, dan sejumlah kawasan lainnya diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Dasarian I November.

Teluk Sampit diperkirakan menjadi salah satu wilayah yang paling akhir mengalami awal musim hujan. Kawasan tersebut diprakirakan memasuki musim hujan pada Dasarian III November.


Ilustrasi hujan Medcom.id


Gambaran kondisi kemarau di Kotim juga terlihat dari analisis BMKG terhadap curah hujan pada Agustus 2026. Seluruh wilayah Kotim tercatat mengalami curah hujan dalam kategori rendah, yakni 0-20 milimeter.

Selain rendah, sifat hujan pada periode tersebut juga berada dalam kategori bawah normal. Kondisi ini memperlihatkan masih terbatasnya curah hujan di wilayah Kotim selama periode kemarau.

BMKG juga masih memberikan perhatian terhadap kondisi kekeringan di Kotim. Indikator kemudahan terbakar menunjukkan potensi tinggi seiring kondisi bahan bakar permukaan hingga lapisan tanah yang masih kering.

Situasi tersebut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah.

“Untuk kondisi sekarang ancaman karhutla di Kalteng masih tinggi. Potensinya sangat tinggi dan sangat besar terjadi kebakaran hutan. Untuk itu kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari hal-hal yang dapat memicu kebakaran lahan,” kata Mulyono.

(Whisnu M)