RS Bhayangkara Serahkan 6 Jenazah Korban Kapal Virgo ke Pihak Keluarga

Jenazah korban Kapal Virgo saat tiba di Lanud Sjamsudin Noor usai dievakuasi lewat jalur udara pada Selasa (15/9/2026). ANTARA/Firman

RS Bhayangkara Serahkan 6 Jenazah Korban Kapal Virgo ke Pihak Keluarga

Lukman Diah Sari • 16 September 2026 21:18

Banjarmasin: Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Banjarmasin telah menyerahkan seluruh jenazah korban meninggal akibat tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa kepada pihak keluarga masing-masing.

"Semuanya telah diambil keluarga dan hari ini telah diterbangkan ke daerah asal di Pulau Jawa," kata Kabid Dokkes Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Kombes Pol dr Much Sofwan, di Banjarmasin, Rabu, 16 September 2026.

Keenam korban meninggal tersebut adalah Reyner Fausta Yosilianto asal Malang, Nurul Rian Hidayat asal Pamekasan, Deny Ridzal Saputra asal Kediri, Imam Soeparno asal Surabaya, serta Erick Maisul Latif dan Risyan Kurnia Putra yang keduanya berasal dari Garut.

Sofwan memastikan seluruh jenazah telah teridentifikasi, sehingga proses serah terima kepada pihak keluarga dapat berjalan lancar. Pihak Jasa Raharja juga turut mendampingi dalam proses tersebut guna mempercepat penyaluran santunan asuransi kepada para ahli waris.

Saat ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalsel masih terus bersiaga. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila ada tambahan jenazah korban yang ditemukan oleh tim SAR gabungan.

KM Virgo Transport 8. Dok Metro TV.


Berdasarkan laporan Basarnas, hingga kini 114 korban telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang.

Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal nahas tersebut mengangkut 243 penumpang dan awak kapal, serta 89 unit kendaraan.

Pada Minggu, 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 Wita, pihak agen kapal melaporkan kepada Basarnas bahwa armada tersebut hilang kontak. Komunikasi terakhir terjadi di kawasan Laut Jawa, tepatnya di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, dekat Pulau Masalembu, Jawa Timur.

(Lukman Diah Sari)