Influencer Lula Lahfah. Foto: Instagram
GERD Jadi Sorotan usai Kematian Selebgram Lula Lahfah, Benarkah Bisa Fatal?
Putri Purnama Sari • 25 January 2026 10:36
Jakarta: Kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026, mengejutkan publik.
Sebelum meninggal dunia, Lula diketahui memiliki riwayat penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD). Informasi tersebut pernah ia sampaikan melalui kolom komentar di media sosial saat tengah menjalani perawatan akibat sejumlah penyakit.
“Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, GERD,” tulis Lula, yang dikutip Minggu, 25 Januari 2026.
Riwayat GERD yang diungkap Lula pun menarik perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan seberapa serius dampak penyakit tersebut, terutama jika tidak ditangani dengan baik.
Apa Itu GERD?
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pada saluran pencernaan yang terjadi akibat naiknya isi lambung, termasuk asam lambung, ke kerongkongan (esofagus). Kondisi ini disebabkan oleh melemahnya katup sfingter esofagus bagian bawah, sehingga tidak dapat menutup secara optimal.GERD dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu, seperti sensasi terbakar di dada (heartburn), nyeri ulu hati, hingga rasa asam di mulut.
Perbedaan GERD dan Mag
Meski sama-sama berkaitan dengan lambung, GERD berbeda dengan mag. Mag merupakan kondisi peradangan pada dinding lambung, sedangkan GERD ditandai dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan.Gejala GERD dapat memburuk akibat sejumlah faktor, seperti kebiasaan makan dalam porsi besar, makan larut malam, konsumsi alkohol, kafein, atau minuman bersoda. Faktor lain yang turut memengaruhi antara lain gangguan kecemasan serta kebiasaan merokok, baik aktif maupun pasif.
Apakah GERD Bisa Menyebabkan Kematian?

Ilustrasi freepik
Mengacu pada artikel PB PEGI, GERD pada dasarnya tidak mengancam jiwa secara langsung. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius.
Beberapa komplikasi GERD antara lain luka kronis pada kerongkongan, penyempitan esofagus bagian bawah, hingga peningkatan risiko kanker esofagus.
Hal lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah pentingnya membedakan keluhan GERD dengan gejala serangan jantung, karena keduanya kerap menunjukkan keluhan yang serupa, seperti nyeri dada.
GERD dapat berisiko fatal apabila telah menyebabkan perubahan struktur esofagus dan berkembang menjadi kanker. Dengan demikian, GERD bukan penyebab kematian secara langsung, tetapi dapat berkontribusi pada kondisi yang berbahaya jika tidak ditangani dengan baik.
Langkah Pencegahan GERD
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan GERD antara lain:- Menjaga berat badan ideal
- Menghentikan kebiasaan merokok
- Menghindari konsumsi makanan dalam porsi besar, terutama pada malam hari
- Mengatur waktu makan, minimal tiga jam sebelum tidur
- Tidak berbaring setelah makan
- Menghindari makanan pemicu, seperti makanan berlemak, pedas, cokelat, kafein, serta minuman berkarbonasi
(Jessica Nur Faddilah)