Tim DVI Periksa Potongan Tubuh dan Barang Pribadi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, bersama Kapusident Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mashudi, di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Kamis, 22 Januari 2026. MTVN/Muhammad Syawaluddin.

Tim DVI Periksa Potongan Tubuh dan Barang Pribadi Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500

Faizal Wahab • 22 January 2026 14:07

Makassar: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan, yang dibantu Pusdokkes Polri, memeriksa body part (bagian tubuh) dan barang pribadi milik korban pesawat ATR 42-500. Barang bukti tersebut ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, tim DVI menerima satu kantong jenazah dari Basarnas yang diduga berisi bagian tubuh korban kecelakaan pesawat. Penyerahan dilakukan pada Rabu malam, 21 Januari sekitar pukul 23.21 Wita.

Kantong jenazah tersebut diserahkan langsung Tim Basarnas kepada petugas DVI di Post Mortem Biddokkes Polda Sulsel yang berlokasi di Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Selain kantong jenazah, Basarnas juga menyerahkan sejumlah barang pribadi yang ditemukan di lokasi pencarian untuk dilakukan proses identifikasi.

Usai menerima kantong jenazah beserta barang-barang pribadi korban, tim langsung membawanya masuk ke ruang post mortem untuk menjalani serangkaian proses identifikasi. Proses tersebut meliputi pemeriksaan medis forensik dan pencocokan data ante mortem.
 


Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muh Haris, menjelaskan pihaknya akan bekerja maksimal untuk memastikan identitas korban berdasarkan prosedur DVI yang berlaku.

"Proses pemeriksaannya saat ini masih berjalan dan membutuhkan ketelitian tinggi dalam proses identifikasi," ujar Haris.

Mengenai kondisi jenazah dan kemungkinan adanya bagian tubuh yang tidak utuh, Haris menyatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.

Hingga kini, proses pencarian dan identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh pada 17 Januari 2026 lalu masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Harapannya, seluruh korban dapat segera ditemukan dan teridentifikasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.


Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi terhadap salah satu korban di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)