Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Naik Tipis
Eko Nordiansyah • 21 January 2026 08:18
Houston: Harga minyak sedikit naik pada Selasa, 20 Januari 2026 dibantu oleh data pertumbuhan Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan. Meskipun kenaikan dibatasi oleh kehati-hatian menyusul ancaman pemerintahan Trump untuk memberlakukan tarif perdagangan kepada sejumlah negara Eropa terkait kepemilikan Greenland.
Melansir Investing.com, Rabu, 21 Januari 2026, harga minyak Brent berjangka untuk pengiriman Maret naik 0,8 persen menjadi USD64,41. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik 0,8 persen menjadi USD59,83 per barel, setelah tidak ada penyelesaian pada Senin.
Ekonomi Tiongkok pulih
Ekonomi Tiongkok tumbuh sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan pada kuartal keempat 2025, data menunjukkan pada Senin, karena langkah-langkah stimulus dan pemulihan konsumsi membantu ekonomi memenuhi target tahunan Beijing.PDB tumbuh 1,2 persen secara kuartalan dalam tiga bulan hingga 31 Desember, lebih tinggi dari perkiraan 1,1 persen.
Angka tersebut membawa PDB Tiongkok 2025 menjadi lima persen, tepat memenuhi target tahunan Beijing. Pemerintah telah menetapkan target PDB tahunan sebesar lima persen untuk tahun ketiga berturut-turut, karena ekonomi Tiongkok bergulat dengan pemulihan pascacovid yang lesu dan meningkatnya ketegangan perdagangan AS pada 2025.
Pengolahan minyak di kilang Tiongkok pada 2025 meningkat 4,1 persen secara tahunan, sementara produksi minyak mentah tumbuh 1,5 persen, data pemerintah menunjukkan pada Senin. Keduanya berada pada rekor tertinggi sepanjang masa.
Tiongkok adalah importir minyak mentah terbesar di dunia, dan tanda-tanda pemulihan ekonomi dapat membantu meningkatkan pasar minyak mentah yang sedang berjuang dengan kelebihan pasokan.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Tarif Trump-Greenland mengguncang pasar
Harga minyak mengalami fluktuasi liar pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif pada beberapa negara besar Eropa sampai kesepakatan tercapai untuk menyerahkan Greenland kepada Washington.Trump mengancam akan mengenakan tarif setinggi 25 persen terhadap negara-negara Eropa, termasuk Prancis, Denmark, dan Inggris, dan juga tidak mengesampingkan kemungkinan pengerahan militer di Greenland.
Trump telah berulang kali menuntut agar Greenland diserahkan kepada AS, dengan alasan bahwa langkah tersebut sangat penting untuk keamanan AS. Invasi terbarunya ke Venezuela membuat pasar waspada terhadap tindakan militer AS lebih lanjut.
Persediaan minyak mentah AS menjadi fokus
Di luar ketegangan geopolitik, fokus minggu ini sepenuhnya tertuju pada laporan bulanan dari Badan Energi Internasional (IEA), yang akan dirilis pada Rabu.Laporan tersebut akan dipantau untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang pasokan minyak, karena IEA telah berulang kali memperingatkan tentang surplus pasokan yang akan terjadi pada 2026. Badan tersebut diharapkan memberikan perkiraan untuk 2027.
Laporan IEA datang hanya seminggu setelah laporan bulanan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menyajikan prospek positif untuk permintaan pada 2026 dan 2027.
Data tentang persediaan minyak AS juga akan dirilis dalam beberapa hari mendatang, menawarkan lebih banyak petunjuk tentang permintaan dan pasokan di produsen minyak terbesar di dunia.