Indonesia Open 2026: Fikri Bertekad Putus Kutukan Runner-Up di Istora

Pebulu tangkis Indonesia Daniel Marthin (kiri) dan Muhammad Shohibul Fikri (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers jelang Polytron Indonesia Open 2026 di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

Indonesia Open 2026: Fikri Bertekad Putus Kutukan Runner-Up di Istora

Fachri Audhia Hafiez • 1 June 2026 19:21

Jakarta: Pebulu tangkis spesialis ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri, menegaskan tekadnya untuk mengakhiri rentetan hasil runner-up di beberapa turnamen terakhir. Berpasangan dengan Fajar Alfian, Fikri membidik podium tertinggi dalam ajang bergengsi HSBC BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 2-7 Juni mendatang.

"Ya saya juga menyadari akan hal itu. Saya sudah beberapa kali final, tapi memang gagal. Dan ya saya sudah berjuang semaksimal mungkin dengan kemampuan saya," ujar Fikri dalam konferensi pers jelang turnamen di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 1 Juni 2026.
 


Fikri mengakui dirinya kerap kali menembus babak final namun minim berujung trofi juara semenjak memenangi All England 2022 bersama pasangan lamanya, Bagas Maulana. Kendati begitu, rapor merah tersebut sama sekali tidak mengikis motivasinya untuk terus berjuang memburu gelar, terlebih saat berlaga di hadapan pendukung sendiri.

Catatan menunjukkan, saat masih bertandem dengan Bagas, Fikri harus puas finis sebagai runner-up sebanyak tujuh kali. Di antaranya pada ajang Orleans Masters 2023, Thailand Open 2023, Denmark Open 2023, French Open 2023, Swiss Open 2024, Thailand Masters 2025, serta Swiss Open 2025.

Siklus juara sempat menghampiri Fikri ketika dipasangkan dengan Fajar Alfian hingga sukses menyabet takhta tertinggi di China Open 2025. Namun setelah itu, kutukan posisi kedua kembali membayangi langkah mereka di lima turnamen beruntun, mulai dari Korea Open 2025, Denmark Open 2025, French Open 2025, Australia Open 2025, hingga teranyar di Singapore Open 2026.

Meski sering gigit jari di partai puncak, atlet berusia 26 tahun ini menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses pendewasaan di lapangan untuk melatih ketenangan dan fokus pada poin-poin kritis.

"Saya selalu usaha semaksimal mungkin, selalu berdoa," kata Fikri.


Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.

Ia menegaskan rentetan kegagalan itu tidak meruntuhkan tingkat kepercayaan dirinya. Baginya, hasil akhir di lapangan merupakan kombinasi dari kerja keras, kesiapan strategi, mental bertanding, doa, hingga faktor keberuntungan.

Kini, duet Fajar/Fikri menatap Indonesia Open 2026 dengan modal yang cukup positif usai keluar sebagai finalis di Singapore Open 2026 pekan lalu. Hasil tersebut menjadi suntikan energi penting bagi mereka untuk terus menjaga konsistensi di tengah peta persaingan ganda putra elite dunia yang kian sengit.

Bermain di rumah sendiri seperti Istora Senayan diakui menghadirkan tantangan ganda; bisa menjadi suntikan motivasi luar biasa dari suporter, namun bisa berbalik menjadi tekanan psikologis jika tidak dikelola dengan bijak. Fikri pun berharap turnamen pekan ini bisa menjadi titik balik untuk memutus rekam jejak runner-up sekaligus mempersembahkan gelar juara bagi pencinta bulu tangkis Tanah Air.

Turnamen akbar Indonesia Open 2026 ini dipastikan bakal berlangsung meriah karena diikuti oleh 248 atlet top dari 22 negara, dengan total hadiah fantastis mencapai 1,45 juta dolar AS atau setara Rp25,8 miliar.

(Fachri Audhia Hafiez)