Gandeng Dinkes DKI, Istiqlal Jamin 10 Ton Daging Kurban Sehat

Petugas mengingkat sapi kurban Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) untuk disembelih di Masjid Istiqlal, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU.

Gandeng Dinkes DKI, Istiqlal Jamin 10 Ton Daging Kurban Sehat

Kautsar Widya Prabowo • 28 May 2026 17:18

Jakarta: Panitia Iduladha Masjid Istiqlal menyalurkan total sekitar 10 ton daging kurban kepada masyarakat pada perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Pengelola kini menerapkan kebijakan ketat dengan tidak membagikan daging kurban secara langsung kepada individu atau perorangan di area masjid.

"Alhamdulillah pukul 14.00 WIB tadi ini sudah selesai potongan, tinggal proses pencacahan dan pendistribusian. Perkiraan daging kita memang segitu (10 ton) dan sesuai daging sapi yang masuk, brutonya berapa, kemudian persentase dari setiap sapi itu berapa, dan kita dapat hasil seperti itu," ujar Ketua Panitia Iduladha Masjid Istiqlal, Masud Halimin, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.
 


Masud menjelaskan, jumlah daging tersebut diperoleh dari pemotongan 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing yang diterima pihak Istiqlal. Dia menjamin seluruh hewan kurban yang disembelih berada dalam kondisi prima serta bebas dari komplikasi penyakit hewan.

Proses penyembelihan hingga pengemasan juga dikawal ketat secara berlapis oleh tim medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk memastikan kelaikan pangan sebelum dilepas ke masyarakat.

"Alhamdulillah, Dinas Kesehatan DKI itu mengawal kita dari awal sampai akhir, dan semua daging yang dipotong di Istiqlal sejauh ini tidak ditemukan penyakit apa pun. Jadi semuanya layak konsumsi, layak untuk didistribusikan ke masyarakat," tegas Masud.

Terkait sasaran distribusi, Masud memastikan seluruh stok daging habis disalurkan tanpa ada yang tersimpan di lemari pendingin masjid. Penyaluran dilakukan secara kolektif melalui ratusan proposal lembaga sosial, keagamaan, dan komunitas binaan yang telah lolos tahapan verifikasi panitia.

Mitra distribusi tersebut meliputi yayasan panti asuhan, panti jompo, yayasan disabilitas, pengurus masjid dan musala, pondok pesantren, perguruan tinggi, hingga internal karyawan masjid.

"Kita tidak bagikan lagi secara langsung ke individu ya, jangan sampai dipelesetkan bahwa Istiqlal tidak membagikan. Kita tidak membagi individu per individu, tapi baginya lembaga per lembaga. Mereka yang punya jemaah, mereka yang punya komunitas, mereka yang punya binaan, itu mereka yang menyalurkan," urainya.


Ilustrasi hewan kurban. Foto: Metro TV/M Iqbal.

Keputusan menghapus skema pembagian langsung ke perorangan di lokasi didasari oleh aspek keamanan dan ketertiban. Pengelola mengevaluasi pengalaman terdengar yang memicu kerumunan massa tidak terkendali di kawasan Istiqlal.

Selain dinilai lebih efektif dan tepat sasaran, sistem distribusi lewat lembaga ini diklaim mampu memperluas jangkauan sebaran daging kurban hingga ke luar wilayah pemukiman di sekitar masjid.

"Pertama, menghindari tumpukan massa di Istiqlal, karena kalau kita membagikan secara individu, kita tidak bisa membatasi masyarakat yang datang ke sini, dan itu bisa menimbulkan crowded yang luar biasa. Kita punya pengalaman yang kurang baik tentang itu, jadi kita ubah," papar Masud.

(Fachri Audhia Hafiez)