Tak Cukup Cari Untung, Danone Ajak Dunia Usaha Percepat Bisnis Berkelanjutan

Danone Ajak Dunia Usaha Percepat Bisnis Berkelanjutan. Foto: dok Danone.

Tak Cukup Cari Untung, Danone Ajak Dunia Usaha Percepat Bisnis Berkelanjutan

Ade Hapsari Lestarini • 29 June 2026 19:09

Jakarta: Danone Indonesia bersama B Lab dan B Market Builder (BMB) South East Asia menggelar Site Visit Asia B Corp Summit 2026 bertajuk "From Purpose to Impact: Advancing B Corp for Indonesia’s Sustainable Future" dengan tema "Multi-Stakeholder Dialogue: Driving Business as a Force for Good".

Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan organisasi untuk memperkuat peran sektor bisnis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Apindo, akademisi, serta para pemimpin global dari B Lab. Para peserta membahas pentingnya membangun ekosistem bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial, lingkungan, dan tata kelola perusahaan (ESG).

Sebagai perusahaan yang telah memperoleh sertifikasi B Corp di seluruh lini bisnisnya, Danone Indonesia menilai dunia usaha memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sertifikasi B Corp diberikan kepada perusahaan yang memenuhi standar tinggi dalam aspek tata kelola, kesejahteraan karyawan, dampak terhadap masyarakat, pelestarian lingkungan, serta nilai yang diberikan kepada pelanggan.
 



Head of National SDGs Secretariat sekaligus Deputi Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali mengatakan keberhasilan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Keberhasilan SDGs tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak inisiatif yang kita jalankan, tetapi oleh seberapa kuat kita mengubah cara pembangunan bekerja. SDGs akan tercapai apabila pemerintah, dunia usaha, filantropi, akademisi, masyarakat sipil, dan media bergerak bersama dalam satu arah," ujar Pungkas.

Sementara itu, Professor at University of Cambridge Christopher Marquis mengatakan gerakan B Corp menawarkan pendekatan baru dalam membangun sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Menurut dia, B Corp tidak hanya menyediakan standar penilaian melalui B Impact Assessment, tetapi juga membangun komunitas yang memungkinkan perusahaan saling belajar dan meningkatkan dampak secara bersama.



Board Member and Co-Founder of B Lab Bart Houlahan menambahkan sertifikasi B Corp bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan praktik bisnis yang bertanggung jawab.

"Berbagai tantangan yang kita hadapi, mulai dari perubahan iklim hingga kesenjangan sosial, tidak dapat diselesaikan oleh satu perusahaan saja. Karena itu, gerakan B Corp mendorong perusahaan untuk saling belajar, berkolaborasi, dan bersama-sama terus meningkatkan standar praktik bisnis yang bertanggung jawab," tambah Bart.

Senada dengan itu, Chairwoman Apindo Shinta W. Kamdani menilai praktik bisnis berkelanjutan telah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia.

"Keberlanjutan bukan lagi sekadar komitmen, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis yang menentukan daya saing perusahaan. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk mempercepat adopsi praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Shinta.
 

Memperkuat strategi keberlanjutan


Sebagai bagian dari komunitas global B Corp, Danone Indonesia terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh rantai nilai perusahaan melalui Danone Impact Journey yang berfokus pada tiga pilar, yaitu Health, Nature, serta People & Communities.

Melalui strategi tersebut, perusahaan menjalankan berbagai program, mulai dari penyediaan produk pangan bernutrisi, edukasi gizi dan pencegahan stunting, konservasi sumber daya air, rehabilitasi hutan, pengurangan emisi karbon, hingga penguatan ekonomi sirkular melalui gerakan #BijakBerplastik.

Danone Indonesia juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, seperti penguatan kapasitas UMKM, pendampingan petani lokal melalui praktik pertanian regeneratif, pengembangan bank sampah dan pelaku daur ulang, serta pemberdayaan keluarga melalui jaringan distribusi AQUA Home Service.

CEO Danone Indonesia Laurent Boissier mengatakan sertifikasi B Corp menjadi komitmen perusahaan untuk terus menciptakan dampak positif melalui setiap aspek bisnis perusahaan.

"Bagi Danone Indonesia, menjadi B Corp berarti memastikan setiap keputusan bisnis yang kami ambil memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan," jelas dia.

Melalui penyelenggaraan Site Visit Asia B Corp Summit 2026, Danone Indonesia bersama B Lab dan B Market Builder Indonesia berharap kolaborasi lintas sektor semakin kuat dalam mendorong transformasi menuju sistem ekonomi yang lebih inklusif, berketahanan, dan berkelanjutan.

(Ade Hapsari Lestarini)