Kemhan Ubah Latsarmil SPPI jadi Pembekalan Bela Negara dan Manajerial

Karo Humas dan Infohan Setjen Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait. ANTARA/HO-Biro Humas dan Ifohan Sekretariat Jenderal Kemhan RI/pri.

Kemhan Ubah Latsarmil SPPI jadi Pembekalan Bela Negara dan Manajerial

Fachri Audhia Hafiez • 29 June 2026 19:42

Jakarta: Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengubah program latihan dasar kemiliteran (Latsarmil) bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang merupakan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan serta Koperasi Nelayan Merah Putih. Langkah ini diambil sebagai respons cepat setelah adanya insiden lima peserta yang meninggal dunia.

"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 29 Juni 2026.
 


Rico menjelaskan bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin turun tangan mengevaluasi total sistem pembelajaran pascakejadian tersebut. Dengan adanya perubahan nomenklatur dan konsep ini, Kemhan memastikan segala bentuk aktivitas fisik ekstrem serta pelatihan yang identik dengan taktik tempur militer akan dipangkas habis.

Fokus pendidikan kini digeser untuk mempersiapkan kompetensi dasar peserta sebagai calon pengelola koperasi tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

"Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini," tegas Rico.

Ia menambahkan, kurikulum baru akan menitikberatkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial peserta. Aspek pemantauan kesehatan berkala juga diperketat demi memastikan proses pendidikan berjalan aman dan tertib.


Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Foto: Antara.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia membenarkan adanya pemeriksaan medis menyeluruh di awal program untuk mendeteksi kondisi fisik riil para peserta. Seluruh satuan TNI selaku pelatih diinstruksikan wajib menyesuaikan porsi latihan fisik agar adaptif dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," ungkap Ketut Gede Wetan Pastia dalam konferensi pers di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Juni 2026.

Selain pembenahan fasilitas medis darurat yang harus bergerak cepat dan maksimal, Ketut menekankan bahwa Menhan menghendaki atmosfer pendidikan yang lebih humanis dan kondusif bagi psikologis peserta.

"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," kata Ketut.

(Fachri Audhia Hafiez)