Pemain Inggris, Nico O'Reilly dan Harry Kane terlihat frustasi setelah gagal mencetak gol melawan Ghana di menit-menit akhir. (Dok. England Football)
Klasemen Sementara Grup L Piala Dunia 2026: Inggris Tertahan, Panama Tersingkir
Riza Aslam Khaeron • 24 June 2026 15:06
Jakarta: Peta persaingan di Grup L Piala Dunia 2026 semakin sengit setelah dua pertandingan krusial pekan ini selesai digelar pada hari Rabu, 24 Juni 2026. Inggris dan Ghana masih kokoh di dua posisi teratas setelah bermain imbang tanpa gol, sementara Kroasia sukses menjaga peluang lolos berkat kemenangan tipis atas Panama.
Inggris untuk sementara memimpin klasemen Grup L dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan. The Three Lions mengantongi catatan satu kemenangan dan satu hasil imbang, dengan produktivitas empat gol memasukkan dan dua kali kebobolan.
Ghana menempel ketat di posisi kedua dengan raihan poin yang sama. Namun, The Black Stars harus rela berada di bawah Inggris karena kalah selisih gol. Kendati demikian, Ghana menorehkan catatan impresif dengan belum sekalipun kebobolan dari dua laga yang telah dijalani.
Kroasia membayangi di peringkat ketiga dengan torehan tiga poin usai memetik kemenangan penting atas Panama. Sementara itu, Panama terpuruk di dasar klasemen tanpa poin dan menjadi tim pertama yang dipastikan tersingkir dari persaingan ketat Grup L.
Panama 0-1 Kroasia

Panama vs Kroasia, Piala Dunia 2026. (Instagram/@fepafut)
Kroasia sukses memetik kemenangan krusial 1-0 atas Panama. Hasil ini menjadi napas baru bagi Kroasia untuk menjaga peluang lolos dari Grup L, sekaligus menebus kekalahan menyakitkan 4-2 dari Inggris pada laga perdana.
Panama sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit pada babak pertama. Mereka tampil disiplin, beberapa kali menebar ancaman berbahaya, dan nyaris mencuri gol keunggulan terlebih dahulu.
Peluang emas Panama tercipta pada menit ke-23. Jose Luis Rodriguez melepaskan sundulan keras yang mengarah tajam ke gawang. Beruntung, kiper Kroasia, Dominik Livakovic, tampil sigap dengan melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis bola hingga membentur mistar gawang.
Kroasia baru berhasil menemukan ritme permainan terbaiknya setelah turun minum. Anak asuh Zlatko Dalic tampil lebih tenang, dominan, dan mulai intens menggempur lini pertahanan Panama.
Gol pecah kongsi yang dinanti Kroasia akhirnya lahir pada menit ke-54. Ante Budimir, yang masuk sebagai pemain pengganti, sukses menyambar umpan silang mendatar dari Josip Stanisic di sisi kanan untuk membawa Kroasia unggul 1-0.

Laga dengan Panama menjadi penampilan ke-200 Luka Modric dengan Timnas Kroasia. (Instagram/@hns_cff)
Hanya berselang tiga menit, Kroasia nyaris menggandakan keunggulan. Marco Pasalic mendapatkan ruang tembak yang matang, namun upayanya berhasil diblok oleh kiper Panama, Orlando Mosquera. Bola liar kembali jatuh ke kaki Pasalic, tetapi sepakan keduanya masih melenceng tipis dari sasaran.
Di sisa waktu pertandingan, Panama mengerahkan seluruh tenaga untuk menyamakan kedudukan. Namun, mereka kesulitan menembus kokohnya tembok pertahanan Kroasia yang malam itu dikawal dengan sangat solid oleh penampilan cemerlang Livakovic.
Kemenangan ini juga menjadi momen bersejarah yang sangat spesial bagi Luka Modric. Sang kapten abadi Kroasia tersebut resmi mencatatkan penampilan ke-200 bersama tim nasional dalam laga ini.
Tambahan tiga angka ini menempatkan Kroasia di posisi ketiga dengan koleksi tiga poin. Peluang mereka untuk melaju ke fase gugur kini terbuka lebar dan akan ditentukan pada laga pamungkas.
Inggris 0-0 Ghana

Striker Inggris, Harry Kane mencoba menembakkan bola ke gawang Ghana. (Dok. England Football)
Pada pertandingan lainnya, duel sengit antara Inggris dan Ghana harus berakhir tanpa pemenang setelah ditutup dengan skor kacamata 0-0. Striker andalan Inggris, Harry Kane, yang tampil sebagai megabintang lewat sumbangan dua golnya ke gawang Kroasia pekan lalu, gagal mencetak gol pada laga ini.
Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi dan ketat sejak menit awal. Inggris mengambil inisiatif untuk tampil lebih menyerang, namun Ghana meresponsnya dengan organisasi pertahanan yang sangat disiplin. Barisan belakang The Black Stars tampil tanpa celah dalam meredam setiap gelombang serangan Inggris.
Peluang Inggris di babak pertama pun relatif minimal. Salah satu kans terbaik lahir melalui sundulan Declan Rice memanfaatkan situasi bola mati, namun bola masih melambung di atas mistar gawang Ghana.
Memasuki paruh kedua, Inggris mencoba meningkatkan intensitas serangan. Elliot Anderson hampir memecah kebuntuan lewat sundulan jarak dekat, namun upayanya masih mampu diblok barisan pertahanan lawan.
Anthony Gordon juga mencoba peruntungan lewat tembakan melengkung, namun bola masih mengarah tepat ke pelukan kiper Ghana, Benjamin Asare. Tak lama berselang, Harry Kane melepaskan tembakan menyusur tanah yang lagi-lagi mampu diamankan dengan baik oleh Asare yang tampil kokoh di bawah mistar.
Ghana bukan tanpa perlawanan. Menjelang akhir laga, mereka nyaris mengejutkan Inggris lewat skema serangan balik cepat. Abdul Fatawu berhasil lolos dan berhadapan satu lawan satu dengan Jordan Pickford. Beruntung bagi Inggris, Ezri Konsa menggagalkan tembakan pertama Fatawu.
Bola muntah kembali jatuh ke kaki Fatawu yang langsung melepaskan tembakan kedua. Sial bagi Ghana, bola yang mengalir deras ke gawang yang sudah kosong justru membentur rekan setimnya sendiri, Antoine Semenyo, tepat di depan garis gawang. Momen dramatis ini menjadi peluang emas terbaik Ghana di sepanjang laga.
Inggris mendapatkan peluang emas terakhir mereka pada menit ke-87. Umpan silang Reece James disambut dengan sundulan Nico O’Reilly di tiang jauh, namun bola membentur mistar gawang. Bola liar langsung disambar oleh Harry Kane, tetapi penyelesaian akhirnya justru melambung tinggi ke langit kota Boston.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 0-0 tetap tidak berubah.
| Baca Juga: Link Resmi Nonton Live Streaming Afrika Selatan vs Korea Selatan via HP, Cek di Sini |
Klasemen Sementara Grup L Piala Dunia 2026

Keterangan: Pos = posisi, F = gol memasukkan, A = gol kemasukan, GD = selisih gol, dan TCS = Team Conduct Score (poin disiplin tim berdasarkan kartu, nilai minus lebih rendah menunjukkan disiplin lebih baik).
Inggris Masih Rentan, Panama Gagal ke Fase Gugur
Dengan hasil pekan ini, Inggris masih berhak menduduki takhta tertinggi Grup L. Meski gagal mengamankan poin penuh saat bersua Ghana, tambahan satu poin krusial ini menjaga langkah The Three Lions tetap berada di jalur aman menuju babak 32 besar.Kendati begitu, posisi mereka masih sangat rentan disalip oleh Ghana maupun Kroasia yang sedang mengintip momentum kebangkitan.
Ghana juga berada di posisi yang cukup menguntungkan. Hasil imbang kontra Inggris serta kemenangan tipis 1-0 atas Panama di pekan perdana memastikan The Black Stars tetap bertengger di dua besar, lengkap dengan rekor mentereng belum pernah kebobolan.
Di sisi lain, Kroasia menjadi tim yang paling diuntungkan pada matchday kedua ini. Kemenangan atas Panama sukses menghidupkan kembali asa mereka untuk lolos ke fase gugur, meskipun mereka harus menjalani laga hidup-mati melawan Ghana pada pertandingan terakhir pekan depan.
Sementara itu, Panama menjadi kontestan pertama di Grup L yang harus angkat koper lebih cepat. Dua kekalahan beruntun membuat Los Canaleros kehilangan peluang untuk menembus babak 32 besar.
Sekalipun Panama berhasil menang atas Inggris pekan depan dan Kroasia kalah dari Ghana (sehingga poin keduanya sama-sama 3), Panama tetap akan berada di peringkat keempat karena kalah secara regulasi head-to-head langsung dari Kroasia akibat kekalahan pekan ini.
Laga pamungkas Grup L dipastikan akan menyajikan drama tensi tinggi. Inggris akan menghadapi Panama demi menyegel status juara grup, sementara Ghana dan Kroasia akan saling jegal dalam duel hidup-mati demi memperebutkan tiket berharga ke fase gugur.