Biden Sebut Trump Pecundang, Tuding Korup dan Tak Kompeten

Mantan Presiden AS Joe Biden kritik keras Donald Trump. Foto: EPA

Biden Sebut Trump Pecundang, Tuding Korup dan Tak Kompeten

Muhammad Reyhansyah • 29 June 2026 09:16

Washington: Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melontarkan kritik keras terhadap Presiden Donald Trump dengan menyebutnya sebagai "loser" atau pecundang. 

Biden juga menuduh Trump sebagai sosok yang tidak kompeten, korup, dan terlalu mementingkan pencitraan pribadi.

Pernyataan tersebut disampaikan Biden saat memberikan pidato utama dalam acara gala Partai Demokrat di Hanover, Maryland, Sabtu, 27 Juni 2026. 

Acara itu menjadi bagian dari upaya Partai Demokrat menggalang dukungan menjelang pemilu sela AS pada November mendatang.

Dalam pidatonya, Biden menyinggung sejumlah proyek pembangunan yang digagas Trump di Washington, termasuk renovasi Gedung Putih dan sejumlah proyek lain yang dinilainya lebih mencerminkan ambisi pribadi dibanding kepentingan publik.

"Wah! Sungguh Pecundang," kata Biden saat mengkritik berbagai kebijakan Trump, dikutip dari The Guardian, Senin, 29 Juni 2026.

Biden menilai persoalan utama pemerintahan Trump bukan sekadar proyek-proyek yang dianggap sarat pencitraan, melainkan dugaan praktik korupsi yang menurutnya belum pernah terjadi dalam sejarah pemerintahan AS.

"Ini adalah korupsi, korupsi yang terang-terangan dan sangat mencolok. Korupsi dalam skala yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam sejarah pemerintahan Amerika," ujar Biden.

Ia juga mengkritik langkah pemerintahan Trump yang berupaya memberikan kompensasi kepada para pendukung Trump yang sebelumnya dihukum atas keterlibatan dalam penyerbuan Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 sebelum akhirnya mendapat pengampunan presiden.

Selain isu domestik, Biden turut menyoroti hubungan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin serta kebijakan luar negeri Washington di bawah kepemimpinan Trump.

Menurut Biden, Trump telah merusak hubungan dengan sekutu-sekutu AS di NATO dan menurunkan posisi Amerika Serikat di mata dunia.

"Dia telah menurunkan posisi kita di dunia lebih dari presiden mana pun dalam sejarah," kata Biden.

Pidato tersebut disampaikan ketika Partai Demokrat mulai meningkatkan konsolidasi politik menjelang pemilu sela November yang akan menjadi ajang penting bagi perebutan kendali Kongres AS.

(Fajar Nugraha)