Ilustrasi. Foto: dok Pertamina Patra Niaga.
Pasokan BBM Dijamin Aman, Masyarakat Jangan Panic Buying!
Ade Hapsari Lestarini • 1 April 2026 11:45
Jakarta: PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan berbagai langkah strategis guna memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) berjalan optimal di seluruh wilayah Tanah Air.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, upaya tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi dan negosiasi dengan para pemasok (supplier). Serta optimalisasi sistem distribusi untuk menjaga pasokan tetap aman dan tersedia bagi masyarakat.
"Kami menegaskan akan terus melakukan upaya secara maksimal dalam menghadapi dinamika yang ada, dengan mengedepankan keandalan layanan serta kesinambungan distribusi energi nasional," kata dia, dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026.
Roberth menyampaikan, Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk untuk tidak ada penyesuaian harga BBM, baik nonsubsidi maupun bersubsidi.
"Di sisi lain, dilakukan juga berbagai upaya strategis seperti negosiasi dengan supplier dan optimalisasi distribusi untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga bagi masyarakat," ujar dia.

Ilustrasi. Foto: dok Pertamina.
Masyarakat diajak hemat energi
Pertamina juga mengajak masyarakat melaksanakan kebijakan pemerintah dalam hal hemat energi melalui aktivitas baik pribadi maupun secara institusi. Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya, yang berpotensi memicu kepanikan atau panic buying.
Menurut dia, penggunaan energi yang hemat dan bertanggung jawab menjadi salah satu kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga konsumsi yang wajar akan sangat membantu kelancaran distribusi energi di lapangan.
"Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan ketersediaan energi nasional dapat terus terjaga secara optimal demi mendukung aktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia," ujar Roberth.