Ilustrasi: Pexels
Salat Duha 4 Rakaat: Niat, Doa, dan Tata Caranya
Riza Aslam Khaeron • 3 April 2026 18:50
Jakarta: Salat Duha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Secara bahasa, dhuha berarti awal siang hari, dan salat ini dikerjakan mulai matahari terbit seukuran satu tombak hingga masuknya waktu zawal (matahari tergelincir ke barat).
Hukumnya sunnah muakkadah — sunnah yang sangat dianjurkan.
Melansir artikel NU Online pada 22 Juli 2021, manfaat salat Duha sangat besar, dan bertambah seiring jumlah rakaat yang dikerjakan. Rasulullah SAW bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dzar:
"Bila kamu salat Duha dua rakaat maka tidak akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang lalai; bila empat rakaat maka akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang berbuat baik; bila enam rakaat maka akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang taat; bila delapan rakaat maka akan dicatat sebagai bagian dari kaum yang beruntung; bila 10 rakaat maka pada hari itu tidak akan dicatatkan dosa bagimu; dan bila 12 rakaat maka akan dibangunkan untukmu sebuah rumah di surga." (HR Al-Baihaqi)
Salat Duha empat rakaat, dengan demikian, menempatkan pelakunya dalam golongan kaum yang berbuat baik (al-muhsinin). Berikut niat dan tata cara pelaksanaannya.
Tata Cara, Niat, dan Doa Salat Duha 4 Rakaat
Salat Duha 4 rakaat dilaksanakan dalam dua kali salam — masing-masing dua rakaat. Waktu terbaik untuk mengerjakannya adalah sekitar pukul 9 pagi, yakni saat terik matahari mulai terasa, sesuai sabda Rasulullah SAW:
"Salat kaum awwabin adalah saat kaki anak-anak unta merasakan panasnya bumi karena terik matahari." (HR Muslim)
Niat Salat Duha 4 Rakaat
Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Untuk memantapkan niat, dapat dilafazkan sebagai berikut:

Usholli sunnata dhuhaa arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati adzaa'an lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat salat sunat Duha empat rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Pelaksanaan
Salat Duha 4 rakaat dikerjakan dua rakaat dahulu, lalu salam, kemudian dilanjutkan dua rakaat berikutnya dengan salam lagi. Tata caranya sama seperti salat sunnah pada umumnya. Adapun surat yang dianjurkan dibaca setelah Al-Fatihah adalah:
-
Rakaat pertama: Surat Asy-Syams atau Al-Kafirun.
-
Rakaat kedua: Surat Adh-Dhuha atau Al-Ikhlas.
-
Rakaat ketiga dan keempat: Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.
Doa Setelah Salat Duha
Setelah salam dari seluruh rakaat, melansir NU Online, dianjurkan membaca doa-doa berikut:
Doa Pertama:

Allahumma innad dluha'a dluha'uka, wal baha'a baha'uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma in kana rizqi fis sama'i fa anzilhu, wa inkana fil ardhi fa akhrijhu, wa inkana mu'siran fa yassirhu, wa in kana haraman fa thahhirhu, wa inkana ba'idan fa qarribhu, bi haqqi dluha'ika wa baha'ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, atini ma atayta 'ibadakas shalihin.
Artinya: "Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika tercampur dengan yang haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh."
Doa Kedua:
.jpg)
Allahumma bika ushawilu, wa bika uhawilu, wa bika uqatilu.
Artinya: "Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang."
Doa Ketiga (dibaca 40 atau 100 kali):

Rabbighfir li, warhamni, wa tub 'alayya, innaka antat tawwabur rahim.
Artinya: "Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah aku. Terimalah tobatku. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang."
| Baca Juga: Doa Setelah Salat Tahajud dan Maknanya |
Salat Duha 4 rakaat adalah amalan ringan yang bisa dikerjakan setiap pagi, namun keutamaannya luar biasa. Dengan mengerjakannya secara rutin, seorang muslim dicatat dalam golongan orang-orang yang berbuat baik. Semoga kita semua diberikan kemudahan dan keistiqamahan dalam menjalankannya.