Kepala Kemenhaj Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab (tengah) ketika menyampaikan pandangan dalam rapat koordinasi terkait proses pemulangan jamaah Haji Debarkasi Haji Antara di Asrama Haji Kota Jambi, Selasa, 9 Juni 2026. ANTARA/HO-Humas Kemenhaj Jambi.
PPIH Jambi Larang Keluarga Jemput Jemaah Haji ke Asrama, Ini Alasannya
Silvana Febiari • 9 June 2026 20:29
Kota Jambi: Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi melarang keluarga menjemput jemaah ke Asrama Haji Kota Jambi guna mencegah kerumunan dan menghindari kesulitan pendataan menjelang pemulangan ke daerah asal. Kebijakan itu diambil mengingat kompleksitas fase pemulangan yang dinilai lebih rumit dibandingkan tahap keberangkatan.
"Pengulangan haji ini penyelenggaraannya lebih rumit daripada pemberangkatan," jelas Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi Wahyudi Abdul Wahab, dilansir dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026.
Ia mengatakan, tantangan utama dalam pemulangan adalah kondisi psikologis jemaah serta tingginya antusiasme keluarga. Hal itu berkaca pada pengalaman sebelumnya di mana terdapat jemaah langsung dibawa pulang oleh keluarganya secara mandiri, sehingga menyulitkan pendataan petugas saat bus akan diberangkatkan ke kabupaten dan kota.
Untuk mengantisipasi kerumunan, PPIH akan menutup total akses menuju komplek Asrama Haji guna memastikan situasi tetap kondusif. Selain pengaturan alur masuk, perhatian khusus juga diberikan pada pengelolaan bagasi jemaah.
Tas bagasi baru akan diserahkan kepada pihak kabupaten dan kota dua jam setelah jemaah meninggalkan asrama. Tujuannya untuk menghindari kericuhan dan risiko barang tertukar antardaerah.
Panitia menekankan pentingnya ketelitian dalam proses distribusi barang bawaan jemaah agar tidak terjadi kesalahan pengiriman. Jangan sampai tas milik jemaah dari satu kabupaten terbawa ke kabupaten lain yang lokasinya berjauhan.
Apabila terdapat jamaah yang perlu diobservasi atau dirujuk ke rumah sakit, koordinasi akan dilakukan secara terpusat melalui tim medis Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), agar informasi yang sampai ke keluarga tetap satu pintu dan tidak memicu kepanikan.

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa
Terakhir, seluruh prosesi penerimaan di asrama akan dilakukan secara efisien sebelum jemaah diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing untuk dipulangkan ke daerah asal. Panitia berharap suasana penerimaan tetap tenang agar jemaah tidak merasa lelah atau emosional setelah perjalanan panjang.
"Kita akan koordinasikan dengan cukup baik dengan suasana yang lebih tenang supaya tidak ada semacam persoalan-persoalan," tutupnya.