Setelah Satu Dekade, Arema FC dan Dedik Setiawan Resmi Berpisah

Dedik Setiawan. Dokumentasi/ Arema FC

Setelah Satu Dekade, Arema FC dan Dedik Setiawan Resmi Berpisah

Daviq Umar Al Faruq • 10 June 2026 20:09

Malang: Perjalanan panjang Dedik Setiawan bersama Arema FC akhirnya mencapai titik akhir. Setelah hampir satu dekade membela Singo Edan, manajemen resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan penyerang asli Malang tersebut.

General Manager Arema FC, Yusrinal, menyebut Dedik sebagai pemain yang tumbuh bersama klub dan menjadi bagian penting sejarah Singo Edan. Manajemen memberikan penghormatan khusus atas pengabdian panjang sang striker.

“Dedik Setiawan adalah sosok yang tumbuh bersama Arema FC. Hampir sepuluh tahun ia memberikan tenaga, pikiran, dan hatinya untuk klub ini. Tidak banyak pemain yang mampu menunjukkan loyalitas dan dedikasi seperti yang telah diperlihatkan Dedik. Atas nama manajemen, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua pengorbanan dan kontribusinya untuk Arema FC,” ujar Yusrinal di Malang, Rabu, 10 Juni 2026.


Menurut Yusrinal, Dedik hadir dalam berbagai momentum penting yang dialami Arema FC. Mulai dari masa kejayaan hingga periode sulit setelah Tragedi Kanjuruhan yang meninggalkan luka mendalam bagi sepak bola Indonesia.

“Dedik hadir dalam banyak momen penting perjalanan klub. Ia merasakan euforia juara, menghadapi masa-masa sulit karena cedera, hingga ikut berdiri bersama kami saat berusaha bangkit setelah Tragedi Kanjuruhan. Semua itu menjadikan Dedik bukan hanya sebagai pemain, tetapi bagian dari sejarah Arema FC yang akan selalu dikenang,” kata Yusrinal.

Arema FC memastikan hubungan baik dengan Dedik tidak akan terputus meski kerja sama resmi berakhir. Manajemen menilai perpisahan tersebut merupakan bagian dari dinamika sepak bola profesional.

“Kami memahami bahwa dalam sepak bola selalu ada awal dan akhir. Perpisahan ini bukanlah akhir dari hubungan baik yang telah terjalin. Dedik akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Arema FC, dan pintu silaturahmi akan selalu terbuka untuknya,” lanjut Yusrinal.

Manajemen juga mendoakan Dedik mampu melanjutkan kariernya dengan lebih baik di klub baru. Semangat khas Arek Malang diharapkan tetap menjadi identitas yang melekat dalam perjalanan kariernya berikutnya.

“Kami mendoakan agar Dedik Setiawan meraih kesuksesan bersama klub barunya nanti. Semoga ia terus berkembang dan pengalaman bertambah, tetap menjaga semangat juang Arek Malang yang selama ini menjadi ciri khasnya, serta mampu meraih prestasi yang lebih tinggi dalam perjalanan karier berikutnya. Terima kasih atas segalanya, Dedik,” ungkap Yusrinal.


Dedik Setiawan. Dokumentasi/ Arema FC


Kepergian Dedik bukan sekadar perpisahan biasa bagi Aremania. Sosok berusia 31 tahun itu telah menjelma menjadi simbol loyalitas di tengah pasang surut perjalanan Arema FC dalam beberapa musim terakhir.

Dedik merupakan pemain lokal Malang yang meniti karier dari bawah sebelum menjadi andalan Arema FC. Ia memulai perjalanan sepak bolanya dari SSB Sinar Mas Turen, kemudian berkembang bersama Persekam Metro sebelum direkrut Arema pada 2016.

Sejak promosi ke tim senior, Dedik dikenal sebagai striker pekerja keras dengan daya jelajah tinggi di lini depan. Karakter ngotot dan determinasi kuat membuatnya cepat mendapat tempat di hati publik Stadion Kanjuruhan.

Selama membela Singo Edan, Dedik melewati berbagai fase penting dalam sejarah klub. Ia ikut merasakan euforia saat Arema meraih empat gelar juara Piala Presiden pada 2017, 2019, 2022, dan 2024.

Dedik juga sempat menjadi salah satu penyerang lokal paling produktif Arema. Pada musim 2019, ia tampil tajam dengan torehan tujuh gol dari 11 pertandingan Liga 1 sebelum dihantam cedera lutut serius yang membuat kariernya sempat terhenti.

Cedera ACL yang dialaminya pada akhir 2019 membuat Dedik harus menjalani operasi dan menepi cukup lama. Namun, ia berhasil bangkit dan kembali menjadi bagian penting Arema setelah melewati masa pemulihan berat.

Di level tim nasional, Dedik pernah menjadi langganan skuad Garuda era Shin Tae-yong. Ia tercatat memperkuat Timnas Indonesia pada ajang Piala AFF 2018 dan AFF 2020, termasuk saat Indonesia melaju hingga final dan finis sebagai runner-up.

Meski sempat mendapat sorotan tajam karena minim gol di AFF 2020, Dedik tetap menjadi pemain yang dipercaya berkat kontribusinya membuka ruang dan kerja keras di lini depan. Gaya bermain tanpa lelah itu menjadi salah satu ciri khasnya selama membela klub maupun tim nasional.

Selama hampir sepuluh tahun berseragam Arema FC, Dedik telah mencatat lebih dari 190 penampilan di kompetisi liga bersama Singo Edan. Catatan itu menempatkannya sebagai salah satu pemain lokal dengan loyalitas terpanjang dalam sejarah modern Arema FC.

(Silvana Febiari)